Bumi Akhirnya Terima Sinyal dari Planet Lain di Luar Tata Surya

Redaksi,  CNBC Indonesia
23 September 2026 20:30
Teleskop Euclid temukan 'cincin Einstein' langka yang tersembunyi di dekat Bumi  dan galaksi kuno yang tak bernama di baliknya. (Dok. NASA)
Foto: Teleskop Euclid temukan 'cincin Einstein' langka yang tersembunyi di dekat Bumi — dan galaksi kuno yang tak bernama di baliknya. (Dok. NASA)

Jakarta, CNBC Indonesia - Para astronom mencatat peristiwa bersejarah. Untuk pertama kalinya, sinyal gelombang radio diterima langsung dari sebuah planet yang berada di luar tata surya kita. Temuan ini membuka babak baru dalam penelitian dunia antarbintang dan dapat membantu ilmuwan memahami susunan serta lingkungan planet-planet yang mengelilingi bintang lain.

Science Alert melaporkan bahwa sinyal tersebut berasal dari planet yang letaknya berjarak puluhan tahun cahaya dari Bumi. Selama ini, para ilmuwan hanya dapat menyimpulkan keberadaan planet di luar Tata Surya melalui perubahan gerak cahayanya atau cara meredupkan cahaya bintang saat melintas di depannya. Kini, untuk pertama kalinya, ada sinyal yang datang langsung dari planet itu sendiri.

Sinyal yang diterima berupa gelombang radio yang dipancarkan dari arah planet tersebut. Para peneliti menyimpulkan bahwa sumber utamanya adalah medan magnet planet yang berinteraksi dengan angin bintang yang mengelilinginya.

Medan magnet planet memancarkan energi yang menjalar ke luar angkasa dan tertangkap oleh antena radio di Bumi. Kekuatan dan pola sinyal mengandung informasi penting tentang seberapa kuat medan magnet, kecepatan rotasi planet, hingga susunan lapisan atmosfernya. Namun, sinyal ini bukan berasal dari makhluk hidup atau teknologi cerdas melainkan proses alamiah yang terjadi di lingkungan planet tersebut.

Sebelumnya, tidak ada cara langsung untuk mengetahui medan magnet planet di luarTataSurya. Medan magnet padahal berperan sangat besar bagi kehidupan.

Ilmuwan dari Center for Astrophysics Harvard & Smithsonian dan University of Oregon adalah tim peneliti yang melaporkan sinyal tersebut.

"Meskipun pancaran radio aurora sering terpantau dari planet di Tata Surya, belum pernah ada gelombang radio yang dipastikan berasal dari planet di luar tata surya. Biasanya hanya dari bintangnya," kata tim peneliti.

Asal sinyal tersebut adalah area di sekitar bintang Beta Pictoris yang jauhnya 63,4 tahun cahaya. Ada tiga planet yang telah dikenali mengorbit bintang tersebut yaitu Beta Pictoris b, Beta Pictoris c, dan Beta Pictoris d.

Ilmuwan bisa memastikan bahwa gelombang yang diterima di Bumi berasal dari plaent b, bukan dari bintang Beta Pictoris.

Adanya medan magnet membuat permukaan planet terlindungi dari partikel berbahaya yang dipancarkan bintang sekaligus menjaga atmosfer tidak tersapu. Oleh karena itu, medan magnet adalah salah satu syarat utama planet yang berpotensi ditinggali makhluk hidup.

Dengan adanya cara ini, para ilmuwan kini dapat memeriksa puluhan bahkan ratusan planet lain untuk mengetahui apakah mereka memiliki pelindung serupa yang dimiliki Bumi.

Meskipun sinyal ini murni proses alam, kemampuan mendeteksinya adalah langkah besar dalam pencarian kehidupan di tempat lain.

Ilmuwan kini dapat memilah planet mana yang memiliki medan magnet cukup kuat untuk menyokong kehidupan.

Para peneliti menegaskan bahwa penemuan ini baru permulaan. Sinyal yang diterima masih perlu dipelajari lebih lanjut untuk memastikan semua sifat planet tersebut tercatat dengan benar. Kemungkinan besar akan ada penemuan serupa dari planet lain dalam waktu dekat, seiring makin canggihnya teleskop radio yang digunakan.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Inti Bumi Setop Berputar Lalu Berbalik Arah, Dampaknya Terasa Manusia


Most Popular
Features