Pakar Teriak Kiamat Sudah Dekat, Trump Kasih Komen Tak Terduga
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melancarkan kritik pedas terhadap isu perubahan iklim. Ia bahkan menyamakan berbagai kontroversi seputar krisis iklim dengan kepanikan publik baru-baru ini bahwa kecerdasan buatan (Artificial Intelligence / AI) "akan membunuh kita semua."
Melalui unggahan di platform Truth Social pada Senin (21/9) sore waktu setempat, Trump secara terbuka mengecam ancaman "Pemanasan Global" (Global Warming), yang menurutnya kini telah "dilahirkan kembali" menjadi "Perubahan Iklim" (Climate Change).
"Orang-orang yang sama yang dulu bilang, 'Kita semua akan mati dalam 12 tahun karena Pemanasan Global', nama yang kemudian diubah menjadi Perubahan Iklim karena faktanya planet ini mendingin, bukan memanas, dan tidak ada yang mati, kini adalah orang-orang yang sekarang bilang bahwa AI akan membunuh kita, robot akan menyerang kita, dan semuanya adalah BENCANA," tulis Trump, dikutip dari Mediaite, Selasa (22/9/2026).
"Ini jauh lebih merupakan hoaks daripada kehebohan soal Rusia, Rusia, Rusia, Ukraina, Ukraina, Ukraina, Ukraina, dan Perubahan Iklim!" tambahnya.
Ambisi Dominasi AI Amerika Serikat
Setelah melontarkan kritik tajam tersebut, Trump langsung mengalihkan pembahasannya ke sektor teknologi AI. Ia menegaskan tekadnya untuk memastikan AS keluar sebagai pemenang dalam perlombaan teknologi global.
"Siapa pun yang memenangkan AI, DIA MENANG! Kita memimpin sekarang atas China dan pihak lainnya, dan saya akan memastikan hal itu tetap seperti itu!" tegas Trump. "Saya tidak akan menghambat pertumbuhan dari sesuatu yang nantinya akan jauh lebih besar daripada Revolusi Industri atau Internet itu sendiri."
Meski demikian, ia mengeklaim pemerintahannya akan tetap berhati-hati. Trump menyerahkan pengawasan tersebut kepada instansi penegak hukum, termasuk Departemen Kehakiman, jika nantinya intervensi diperlukan.
"Kita akan berhati-hati, dan itulah sebabnya kita memiliki Departemen Kehakiman serta badan penegak hukum lainnya yang akan mengendalikan berbagai hal jika memang harus, tetapi saya hanya akan mendukung penuh AI atau SI (Kecerdasan Super)!" ujarnya.
Rencana Ubah Istilah 'AI'
Unggahan tersebut dibagikan hanya berselang beberapa saat setelah Trump membuat jajak pendapat (polling) yang menanyakan para pengikutnya mengenai usulan nama baru untuk kecerdasan buatan. Langkah ini menyusul pengumumannya beberapa hari sebelumnya untuk mengubah apa yang ia sebut sebagai istilah yang "tidak akurat" dan "sangat tidak elok."
Istilah "kecerdasan buatan" (artificial intelligence) sendiri pertama kali diperkenalkan oleh profesor asal Universitas Stanford, John McCarthy, pada tahun 1955. Kala itu, ia mendefinisikannya sebagai "ilmu dan teknik pembuatan mesin cerdas."
Hingga kini, masih belum ada kepastian bagaimana Trump-yang sebelumnya sempat mengganti nama Teluk Meksiko dan Danau Ontario, serta terlibat sengketa hukum demi menyematkan namanya pada gedung Kennedy Center-akan merealisasikan wacana pergantian nama teknologi global tersebut.
(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]