Bocah 9 Tahun Habiskan Rp 2 Miliar di YouTube Pakai Kartu Kredit Ayah

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
17 September 2026 11:05
FILE - This March 20, 2018 file photo shows the YouTube app on an iPad in Baltimore. YouTube says it will turn off comments on most videos that feature kids. The change comes after advertisers began boycotting the site last week in response to inappr
Foto: Youtube (AP/Patrick Semansky)

Jakarta, CNBC Indonesia - Seorang bocah laki-laki bernama Mike menghabiskan US$118.000 (sekitar Rp2 miliar) di YouTube menggunakan kartu kredit perusahaan milik ayahnya. Uang tersebut ia pakai untuk membiayai iklan demi mempromosikan kanal game miliknya yang berisi permainan Minecraft dan Roblox, Mighty Mike Plays.

Dave, sang ayah, mengaku sempat membantu kampanye iklan awal lantaran Mike frustrasi dengan jumlah penayangan di kanalnya. Saat itu, biaya yang dikeluarkan hanya US$20 (sekitar Rp354.000).

Namun, karena kartu kredit perusahaan telah tersimpan secara otomatis (saved) di akun Google, Mike menjadi lebih mudah meluncurkan berbagai kampanye iklan lanjutan untuk kanal pribadinya.

Mike percaya bahwa menggelontorkan lebih banyak uang dapat mendongkrak jumlah penayangan videonya, dikutip dari Times of India, Kamis (17/9/2026).

Dave mengatakan beberapa video sempat mendulang sekitar 200.000 penayangan setelah dipromosikan. Kendati demikian, pencapaian itu harus dibayar dengan harga yang sangat mahal.

Eksperimen kecil yang mulanya hanya menghabiskan US$20 itu akhirnya membengkak hingga mencapai US$118.000.

Aksi pengeluaran iklan ini berlangsung selama tiga minggu sebelum akhirnya terbongkar, setelah atasan Dave mendapati adanya tagihan yang tidak biasa pada kartu kredit perusahaan.

Dave lantas dipanggil dalam rapat bersama manajemen dan staf keuangan guna membahas lonjakan biaya iklan serta tagihan yang terkumpul selama tiga pekan terakhir.

Hingga kini, belum diketahui sanksi apa yang harus diterima Dave, apakah ia diwajibkan mengembalikan dana tersebut atau terancam dipecat dari pekerjaannya.

Di sisi lain, pihak keluarga telah berdiskusi untuk menutup sementara kanal YouTube tersebut demi menangani situasi yang terjadi, sekaligus merumuskan sistem pengelolaan akun yang lebih baik di masa depan.

Sebagai langkah antisipasi, Dave memastikan akan memperketat sistem keamanan, menetapkan batasan pengeluaran (spending limit), serta mengaktifkan kontrol orang tua (parental controls).

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]
Next Article China Minggir Dulu, Amerika Cari Masalah Baru ke Negara Ini


Most Popular
Features