Bikin Takjub, Terowongan Kereta Cepat Bawah Air Lagi Dibangun
Jakarta, CNBC Indonesia - China mencatat kemajuan dalam pembangunan infrastruktur kereta cepat setelah mesin bor terowongan terbesar yang dikembangkan khusus untuk proyek tersebut berhasil menembus dasar Sungai Yangtze.
Mesin tersebut digunakan dalam pembangunan Terowongan Chongtai, proyek yang akan menghubungkan Pulau Chongming di Shanghai dengan Kota Taicang, Provinsi Jiangsu, melalui jaringan kereta cepat.
Keberhasilan pengeboran ini menjadi salah satu pencapaian penting bagi China. Selain mendukung pembangunan jaringan transportasi, proyek tersebut juga mencerminkan perkembangan kemampuan manufaktur berteknologi tinggi serta kapasitas riset dan teknologi dalam negeri.
Adapun proyek tersebut akan menghadirkan layanan kereta cepat ke Pulau Chongming, yang merupakan pulau terbesar ketiga di Negeri Tirai Bambu.
Mesin bor yang diberi nama Linghang itu berhasil menyelesaikan pengeboran bawah air sepanjang 11,3 kilometer. Itu menjadi jarak terpanjang yang pernah ditempuh mesin berdiameter 15 meter dalam satu kali pengeboran.
Pekerjaan ini membutuhkan tingkat presisi yang sangat tinggi agar dapat mengakomodasi kereta berkecepatan 350 km/jam, sehingga saat beroperasi nanti akan menjadi terowongan bawah air untuk kereta cepat tercepat di dunia.
Menurut China Railway Tunnel Group, perjalanan melintasi Sungai Yangtze melalui terowongan tersebut diperkirakan hanya memakan waktu dua menit. Terowongan ini berada di kedalaman 89 meter di bawah permukaan sungai dan dirancang mampu menahan tekanan air yang sangat besar serta risiko penurunan tanah.
Wakil Manajer Proyek China Railway Tunnel Group, Wang Yi mengatakan penyimpangan kecil pada jalur pengeboran dapat mempengaruhi keselamatan dan kenyamanan perjalanan kereta. Oleh karena itu tingkat presisi mesin bor sangat diperhitungkan.
"Dengan kecepatan desain 350 km/jam, kami memperketat tingkat presisi mesin bor hingga skala milimeter," terang Wang Yi, dikutip dari detikFinance, Sabtu (12/9/2026).
(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]