Abu Vulkanik Krakatau Bergerak ke Barat Laut, Ini Wilayah Cakupannya

Redaksi, CNBC Indonesia
Rabu, 09/09/2026 13:15 WIB
Foto: Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Lampung, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung, perwakilan BPBD Provinsi Lampung, Basarnas, serta Institut Teknologi Sumatera (ITERA) melakukan pemantauan langsung aktivitas Gunung Anak Krakatau dari KRI Lepu-861 milik TNI Angkatan Laut. (Instagram/ BPBD Lampung)

Jakarta, CNBC Indonesia - BMKG menjelaskan kondisi terkini Gunung Api Anak Krakatau setelah mengalami erupsi pada Jumat (4/9) malam pukul 23.07 WIB. Erupsi kemudian masih terus terjadi beberapa kali.

Menurut laman resmi Magma ESDM, erupsi terakhir Gunung Api Anak Krakatau terdeteksi pada hari ini, Rabu (9/9/2026) dini hari pukul 00:47 WIB. Visual letusan tidak teramati, tetapi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 51 mm dan durasi 28 detik.


Sementara itu, BMKG mengatakan sebaran abu vulkanik Gunung Api Anak Krakatau berada pada ketinggian 7.000 kaki atau 2,1 km. Sebaran abu tersebut bergerak ke arah Barat Laut dan mencakup sebagian Teluk Lampung.

Hal tersebut berdasarkan analisis citra RGB Himawari-9 pada hari ini pukul 07.00 WIB.

Adapun prakiraan cuaca di Gunung Api Anak Krakatau pada hari ini didominasi cerah dan berawan pada malam hari. Kecepatan angin 28 km/jam dengan arah angin ke Timur.

Adapun untuk Kamis (10/9) besok, prakiraan cuaca juga cerah, dengan kecepatan angin 27 km/jam ke arah Timur. Lalu pada Jumat (11/9), diprakirakan akan berawan tebal pada malam hari, dengan kecepatan angin 26 km/jam ke arah timur.

BMKG mengimbau masyarakat tidak panik, tetapi tetap waspada. Khusus bagi masyarakat di sekitar Lampung bagian selatan, diimbau untuk terus memantau perkembangan terbaru dari sumber resmi.


(fab/fab)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Bisnis Butuh Internet Cepat & Andal Era AI, Infrastruktur Siap?