Hanya Satu yang Berani Lawan Presiden, Dua Raksasa Malah Tunduk

Redaksi,  CNBC Indonesia
02 September 2026 18:00
Foto udara memperlihatkan kapal pengangkut curah Helena G saat melintasi Pintu Air 6 Kanal Welland yang menghubungkan Danau Ontario dan Danau Erie di dalam wilayah provinsi Ontario, Kanada, Minggu (30/8/2026). Presiden AS Donald Trump menandatangani
Foto: Foto udara memperlihatkan kapal pengangkut curah Helena G saat melintasi Pintu Air 6 Kanal Welland yang menghubungkan Danau Ontario dan Danau Erie di dalam wilayah provinsi Ontario, Kanada, Minggu (30/8/2026). Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang mengubah nama Danau Ontario menjadi

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan teknologi raksasa Apple dan Google dikabarkan telah menuruti perintah Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengubah nama salah satu danau terbesar di perbatasan Amerika Serikat dan Kanada dari "Danau Ontario" menjadi "Danau Amerika". Saat kedua raksasa tunduk, MapQuest bergeming menolak pergantian nama di layanan petanya.

Peristiwa ini bermula dari perintah resmi yang ditandatangani Trump pada 27 Agustus lalu. Dalam perintah tersebut, ia memerintahkan agar nama Danau Ontario, salah satu dari lima Great Lakes yang menjadi perbatasan antara Amerika Serikat dan Kanada, secara resmi diganti menjadi "Danau Amerika". Pemerintah Amerika Serikat memberi waktu 30 hari kepada lembaga terkait untuk memperbarui nama tersebut di seluruh pangkalan data resmi negara.

Kurang dari sepekan setelahnya, Google langsung menuruti perintah tersebut. Apple pun tak lama kemudian ikut mengubah nama di layanan peta miliknya. Pengguna di Amerika Serikat kini akan melihat nama "Danau Amerika" saat membuka peta di kedua layanan tersebut. Namun pengguna di Kanada tetap melihat nama Danau Ontario, sedangkan pengguna di luar kedua negara akan melihat kedua nama tersebut sekaligus.

Di tengah kepatuhan dua raksasa teknologi dunia, satu nama ternyata berdiri teguh menolak ikut-ikutan. MapQuest, layanan peta yang telah puluhan tahun berdiri bahkan sebelum Google Maps dan Apple Maps, menyatakan tidak akan mengubah nama Danau Ontario di layanan mereka. Mereka memilih tetap menggunakan nama yang telah dikenal masyarakat selama berabad-abad.

Penolakan itu ternyata justru disambut antusiasme luar biasa oleh masyarakat. Orang-orang berbondong-bondong meninggalkan Apple Maps dan Google Maps lalu beralih mengunduh MapQuest. Hanya dalam waktu singkat, aplikasi MapQuest melonjak menempati posisi nomor satu di daftar aplikasi yang paling banyak diunduh di toko aplikasi Apple di Amerika Serikat, bahkan mengungguli aplikasi populer lainnya. Di toko aplikasi Android yaitu Play Store, MapQuest naik hingga ke posisi enam teratas.

MapQuest menyampaikan pendiriannya melalui unggahan di media sosial. Mereka menampilkan tangkapan layar yang menunjukkan posisi nomor satu dan menuliskan:

"Rakyat telah bersuara. Kami tetap berdiri." Unggahan itu disukai dan dibagikan jutaan kali.

Ini bukan kontroversi pertama soal nama geografis yang dipicu oleh tindakan Trump. Tahun lalu, kedua perusahaan yang sama juga telah menuruti perintah Trump untuk mengubah nama Teluk Meksiko menjadi "Teluk Amerika". Saat itu pun MapQuest menolak ikut mengubah nama tersebut.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]
Next Article China Sudah Ditinggalkan, Ramai-Ramai Pabrik HP Pindah ke Sini


Most Popular
Features