Nasib Mahasiswa S1 Makin Memprihatinkan, Peneliti Ungkap Faktanya
Jakarta, CNBC Indonesia - AI yang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir mengubah sebagian besar kehidupan manusia. Bahkan, sebuah penelitian mengungkapkan perubahan pada kehidupan mahasiswa karena kehadiran AI.
Laporan dari komite AI adhoc MIT mengungkapkan adanya tantangan mendalam dari AI. Salah satunya, AI mampu menyelesaikan sebagian besar tugas kuliah dengan cukup baik.
"AI bisa menghasilkan solusi kredibel dan memberikan tanggapan masuk akal untuk hampir semua tugas tertulis pada kurikulum sarjana kami," kata laporan tersebut dikutip dari Futurism, Senin (31/8/2026).
Pengerjaan tugas oleh AI itu termasuk untuk esai, soal matematika dan sains, pembuktian, hingga tugas pemrograman.
Pihak MIT juga mengatakan banyak perubahan dalam budaya kampus selama tiga tahun terakhir. Termasuk kehadiran yang menurun pada jam konsultasi dosen, partisipasi diskusi online yang berkurang, serta penurunan kelompok belajar secara langsung.
Sebagai respons dari ancaman yang ditimbulkan oleh model AI, MIT sendiri tengah mempertimbangkan perombakan seluruh sistem pendidikan.
Laporan ini kembali menyorot dampak yang jelas terjadi akibat AI. Salah satunya terkait wabah kecurangan dengan AI yang telah digunakan oleh sejumlah mahasiswa.
Kecurangan ini juga membuat institusi pendidikan merespons dengan lebih keras. Misalnya, fakultas hukum Universitas Chicago yang mengeluarkan larangan penggunaan ponsel dan laptop untuk mata kuliah pada mahasiswa baru per tahun ini.
Universitas Princeton telah menghapus tradisi Kode Kehormatan, yang membuat mahasiswa bisa mengikuti ujian tanpa pengawasan. Kebijakan ini terjadi setelah adanya skandal kecurangan menggunakan AI.
Hal ini membuat mahasiswa lagi-lagi dipaksa untuk beradaptasi dengan kehadiran AI. Bukan cuma beradaptasi dalam sistem belajar-mengajar di kampus, tetapi juga beradaptasi dengan dunia kerja nantinya yang akan mengalami perubahan dinamika.
(fab/fab)