Platform Twitter.now Diluncurkan, Twitter Hidup Kembali
Jakarta, CNBC Indonesia - Twitter kembali hidup setelah tiga tahun berganti menjadi X. Sebuah website bernama twitter.com menampilkan tampilan serupa dengan Twitter jauh sebelum dibeli perusahaan milik Elon Musk itu.
Sebuah startup asal Virginia bernama Operation Bluebird mengumumkan telah menghidupkan kembali nama dan logo Twitter yang disebut telah ditinggalkan, termasuk mengumumkan kehadiran jaringan media sosial milik perusahaan itu twitter.com.
"Kami merupakan perusahaan kecil, memiliki investor dan produk. Dan kami menunggu berbulan-bulan untuk meluncuraknnya dan tidak akan menunggu lagi," kata salah satu pendiri Operation Bluebird, Stephen Coates, dikutip dari Ars Technica, Senin (31/8/2026).
Laporan Ars Technica menyebutkan twitter.now masih tahap awal dan hanya memiliki ratusan pengguna. Salah satu fitur yang dihadirkan adalah Vera, sebuah mesin pengecekan fakta secara otomatis berbasis Gemini dan berjalan pada setiap unggahan yang disebut 'tweet'.
Coates juga telah menguji coba Vera dalam beberapa hari terakhir. Dia mengatakan tujuan perusahaannya adalah ingin melihat apakah kebebasan berbicara bisa kembali lagi melalui twitter.com.
"Kami ingin orang-orang bisa mengatakan apa yang diinginkan, tetapi ingin menciptakan platform yang tidak terikat secara finansial pada konten viral atau tidak akurat," ucapnya.
Pantauan CNBC Indonesia, laman twitter.now menunjukkan sedang melakukan pemeliharaan. Tidak ada aktivitas yang bisa dilakukan di dalamnya. Adapun, laman twitter.com masih otomatis mengerahkan pengguna ke website x.com.
Hanya disebutkan bahwa layanan akan kembali secepat mungkin. Tampilan website terlihat mirip dengan tampilan awal Twitter berwarna biru dan burung biru sebagai ikon nya.
Dalam laman tersebut juga disebutkan pengembang layanan adalah Operation Bluebird. Mereka juga menuliskan bahwa tidak ada afiliasi dengan X corp, yang merupakan perusahaan pembeli Twitter beberapa tahun lalu.
Merek Twitter Dibuang Elon Musk
Elon Musk resmi membeli Twitter pada 27 Oktober 2022 dengan nilai US$44 miliar. Setahun berselang dia mengganti nama hingga logonya menjadi X yang berlatar hitam.
Semua mekanismenya juga berubah. Termasuk istilah 'tweet' yang merujuk pada unggahan pengguna.
Pada Desember 2025, Coates dan kelompoknya percaya saat pembelian Twitter oleh Musk lalu dan mengubah namanya, identitas Twitter dan kekayaan intelektualnya telah ditinggalkan.
Keputusan Musk itu disebut membuat Operation Bluebird untuk mengklaim merek dagang Twitter.
Sementara itu akhir tahun lalu, X Corporation juga telah menanggapi isu ini. Perusahaan meminta hakim federal di Delaware mengeluarkan perintah mencegah peluncuran Twitter versi baru.
Namun, Hakim Pengadilan Distrik AS Colm Connoly sepakat dengan Operation Bluebird, Dalam sidang April 2026, dia mengatakan X nampaknya melepaskan klaim kekayaan intelektual pada kata tweet dan logo burung Twitter, serta mungkin pada kata Twitter.
Meski begitu hakim belum mengeluarkan perintah tertulis. Coates menyebut ucapan hakim sebagai lampu hijau.
"Menurut kami, X telah melepaskan haknya pada merek dagang Twitter dan tweet," kata dia.
(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]