Manusia Bawa Macan Tutul di Punggung Kemudian Ditunggangi

Redaksi,  CNBC Indonesia
28 August 2026 20:20
Macan Tutul di Nagarhole National Park. (Wikipedia)
Foto: Macan Tutul di Nagarhole National Park. (Wikipedia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Di situs purba Karahan Tepe yang diduga sebagai pemukiman tertua di dunia, para arkeolog menemukan penemuan yang belum pernah dilihat sebelumnya. Sebuah patung berusia sekitar 11.000 tahun menggambarkan sosok manusia sedang duduk di atas punggung macan tutul. Gaya pahatannya disebut sama sekali belum pernah ditemukan di situs arkeologi lain.

Temuan ini membuka perspektif baru tentang kepercayaan dan kehidupan manusia purba ribuan tahun lalu.

Penemuan ini diumumkan langsung oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Turki, Mehmet Nuri Ersoy. Patung setinggi 70 cm itu ditemukan utuh, di dalam bangunan berdiameter 3 meter yang lantainya dilapisi batu pipih. Diperkirakan patung itu berusia 11.000 tahun.

Selama ini, Göbekli Tepe lebih terkenal sebagai bangunan suci tertua di dunia dengan usia mencapai 11.600 tahun. Namun, sekitar 45 kilometer ke arah timur, terdapat situs serupa yang tak kalah menakjubkan bernama Karahan Tepe. Usianya diperkirakan sama tua atau bahkan lebih tua beberapa abad dari Göbekli Tepe, dan keduanya dibangun oleh masyarakat pemburu-peramu, jauh sebelum manusia mulai bertani.

Patung komposit berusia sekitar 11.000 tahun. (Dok. basin.ktb.gov.tr)Patung komposit berusia sekitar 11.000 tahun. (Dok. basin.ktb.gov.tr) Foto: (Dok. basin.ktb.gov.tr)

Karahan Tepe dan Gobelki Tepe

Meskipun sezaman dan berjarak dekat, kedua situs itu ternyata dibangun dengan cara dan gaya yang berbeda:

  • Göbekli Tepe dibangun dengan menyusun batu-batu besar menjadi pilar dan dinding, sedangkan Karahan Tepe dipahat langsung di bukit, bukan disusun
  • Göbekli Tepe banyak menampilkan hewan seperti babi hutan, burung bangkai, dan kalajengking, sedangkan Karahan Tepe justru lebih banyak menampilkan sosok manusia dengan ukiran ular yang mendominasi

Salah satu temuan terbaru yang unik adalah patung menggabungkan sosok manusia dan macan tutul. Di atas punggung macan tutul itu digambarkan duduk sesosok manusia. Kombinasi ini membuka banyak pertanyaan baru bagi para ilmuwan tentang kepercayaan manusia yang hidup 11.000 tahun lalu.

Sebelumnya, Karahan Tepe juga menghasilkan penemuan-penemuan luar biasa lainnya, seperti:

  • Sebuah patung wajah manusia yang dipahat pada pilar batu, disebut sebagai potret diri tertua yang pernah ditemukan
  • Patung pria setinggi 2,3 meter dengan ciri fisik yang terukir jelas, duduk dengan kedua tangan merangkul ke bawah
  • Sosok manusia dengan macan tutul berada di punggungnya, versi kebalikan dari penemuan terbaru

Arkeolog yang memimpin penggalian, Necmi Karul, menjelaskan bahwa makin banyaknya patung manusia di situs ini menunjukkan perubahan besar dalam cara nenek moyang kita memandang dunia. Seiring masyarakat mulai menetap dan hidup tetap di satu tempat, manusia perlahan menempatkan dirinya sendiri di pusat alam semesta, bukan lagi sekadar bagian dari alam.

"Dengan menetap, manusia perlahan menjauh dari alam dan menempatkan pengalaman manusia di pusat segalanya," ujar Karul.

Artinya, 11.000 tahun lalu, jauh sebelum piramida dibangun, sudah ada masyarakat yang mampu membangun bangunan raksasa, memahat karya seni luar biasa, dan menciptakan cerita tentang hubungan antara manusia dan hewan buas.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Kota Kuno yang Hilang Ditemukan, Ungkap Kisah Peradaban Manusia


Most Popular
Features