Target Harbolnas 2026 Rp 40 T Jadi Motor Ekonomi Akhir Tahun

chd,  CNBC Indonesia
28 August 2026 06:55
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat meluncurkan program Hari Belanja Online Nasional (HARBOLNAS) pada Jumat (6/12/2024). (Dok. Kemenko Perekonomian)
Foto: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat meluncurkan program Hari Belanja Online Nasional (HARBOLNAS) pada Jumat (6/12/2024). (Dok. Kemenko Perekonomian)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah membidik Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2026 menjadi salah satu penggerak utama konsumsi masyarakat pada akhir tahun. Nilai transaksi Harbolnas tahun ini ditargetkan menembus Rp40 triliun, meningkat dibandingkan realisasi tahun lalu sebesar Rp36,4 triliun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Harbolnas yang memasuki tahun ke-14 tidak lagi sekadar menjadi ajang diskon tahunan, tetapi juga instrumen untuk memperkuat produk dalam negeri, memperluas inklusi digital, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

"Pada tahun 2026, Harbolnas memasuki tahun ke-14. Event ini tidak hanya sebagai ajang diskon tahunan, tetapi juga sebagai gerakan nasional untuk memperkuat produk dalam negeri, meningkatkan inklusi digital, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan," kata Airlangga dalam acara Kick Off Road to Harbolnas 2026 di Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Harbolnas 2026 dijadwalkan berlangsung pada 10-16 Desember mendatang. Pemerintah berharap lonjakan transaksi selama periode tersebut dapat membantu mengangkat konsumsi rumah tangga sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-2026 sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Target ambisius tersebut didukung oleh besarnya potensi ekonomi digital Indonesia yang kini diperkirakan mendekati US$100 miliar.

Selain itu, Indonesia juga tercatat sebagai pasar video commerce terbesar di Asia Tenggara. Jumlah penjual telah mencapai sekitar 800 ribu dengan pertumbuhan transaksi hampir 90% menjadi 2,6 miliar transaksi.

Kinerja tersebut ditopang oleh tingginya penetrasi pengguna media sosial yang telah melampaui 180 juta orang dan tumbuh sekitar 26% per tahun.

Melihat perkembangan tersebut, pemerintah ingin memastikan pelaku usaha lokal, khususnya UMKM, dapat memanfaatkan momentum digitalisasi untuk memperluas pasar.

AI Jadi Senjata Baru UMKM

Airlangga menilai pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) akan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing produk lokal.

Menurutnya, teknologi AI dapat digunakan untuk mengembangkan algoritma rekomendasi yang lebih personal sehingga mampu meningkatkan efektivitas pemasaran dan penjualan produk.

"Untuk memperkuat daya saing produk lokal, penting dilakukan optimalisasi teknologi AI melalui pengembangan algoritma rekomendasi berbasis personalisasi konsumen," ujarnya.

Selain AI, pemerintah juga mendorong integrasi platform e-commerce dengan pasar ekspor melalui implementasi Digital Economy Framework Agreement (DEFA) ASEAN.

Kesepakatan tersebut diproyeksikan dapat melipatgandakan nilai ekonomi digital ASEAN menjadi US$2 triliun. Dari angka tersebut, Indonesia diperkirakan dapat menguasai pangsa pasar hingga sekitar US$600 miliar.

Pemerintah juga menilai sistem pembayaran lintas negara ASEAN melalui QRIS Cross-Border menjadi salah satu instrumen penting untuk mendukung ekspansi UMKM.

Skema tersebut memungkinkan transaksi yang lebih efisien tanpa membebani pelaku usaha dengan biaya merchant discount rate (MDR).

Dengan dukungan ekosistem pembayaran digital yang semakin terintegrasi, pemerintah berharap semakin banyak UMKM lokal, termasuk produk artisan dan kreatif, dapat menembus pasar internasional.

"Pemerintah senantiasa berkomitmen mendukung penguatan ekosistem e-commerce nasional melalui regulasi yang adaptif, penyediaan infrastruktur digital hingga ke pelosok negeri, serta fasilitasi kolaborasi antara pelaku e-commerce, UMKM, asosiasi industri, dan konsumen," kata Airlangga.

Senada, Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan Road to Harbolnas 2026 menjadi momentum penting untuk meningkatkan daya saing produk dalam negeri di tengah pesatnya transformasi digital.

"Harbolnas 2026 menjadi katalisator penting bagi UMKM lokal untuk mengoptimalkan potensi pasar digital yang kian imersif dan inklusif," ujar Haryo.

Pemerintah berharap Harbolnas 2026 tidak hanya mencetak rekor transaksi baru, tetapi juga memperkuat posisi produk lokal sebagai pemain utama di pasar domestik sekaligus membuka jalan lebih lebar menuju pasar global.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]
Next Article UMKM Naik Kelas, 700 Produk Lokal Terjual di Tokopedia-TikTok Shop


Most Popular
Features