Link CCTV Demo 27 Agustus di DPR, Cek Situasi Terkini di Lokasi
Jakarta, CNBC Indonesia - Aksi demonstrasi besar-besaran yang dikenal sebagai Demo 27 Agustus telah berlangsung sejak pagi hari di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat. Bagi masyarakat yang ingin memantau perkembangan situasi secara langsung tanpa harus datang ke lokasi, sejumlah kamera pengawas atau CCTV kini dapat diakses secara daring.
Sebanyak 18.504 personel gabungan TNI-Polri dikerahkan untuk mengamankan aksi di sejumlah titik Jakarta Pusat.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung mengatakan pengamanan dibagi menjadi enam zona, dengan Ring 1 Gedung DPR/MPR RI sebagai salah satu titik utama.
Polisi juga menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional apabila terjadi kepadatan di sekitar lokasi. Pengendara diminta mengikuti arahan petugas dan menggunakan jalur alternatif.
Masyarakat dapat memantau kondisi massa dan arus lalu lintas di sekitar kawasan DPR melalui dua sumber CCTV utama:
1. CCTV Depan Gedung DPR/MPR RI
Kamera ini mengarah langsung ke kawasan depan Gedung DPR/MPR RI, sehingga perkembangan situasi di lokasi utama aksi dapat dilihat secara langsung dari waktu ke waktu.
Link CCTV di depan gerbang kawasan Gedung DPR/MPR RI bisa diakses dengan mengklik tautan ini.
2. CCTV Jakarta Smart City
Layanan pemantauan lalu lintas milik Pemprov DKI Jakarta juga menyediakan akses kamera di sejumlah ruas jalan utama, termasuk kawasan Senayan dan Jakarta Pusat yang menjadi jalur pelintasan menuju lokasi demonstrasi.
Berikut adalah link CCTV Jakarta Smart City di sejumlah kawasan di Jakarta.
Menteri Koordinator bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, melaksanakan jalan santai bersama Pangdam Jaya Letjen TNI Deddy Suryadi dan Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan itu juga dilakukan untuk melakukan koordinasi kesiapan jajaran menghadapi aksi demonstrasi hari ini.
Djamari menegaskan, aparat hadir bukan untuk menghalangi penyampaian pendapat, melainkan mengawal dan melindungi masyarakat agar hak penyampaian aspirasi dapat dilaksanakan dengan aman, tertib, dan damai.
"Kami kawal supaya aspirasinya tersalurkan dengan baik, diterima oleh anggota DPR dengan bagus, kami ingin masyarakat yang punya hak untuk menyampaikan aspirasi ini kepada DPR kami lindungi, kami kawal supaya bulat masuk ke sana dan tidak ada yang mengganggu," kata Djamari, melalui keterangan resmi, Kamis (27/8/2026).
(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]