Polisi Mulai Digantikan, Fenomena Baru di China Bikin Heboh

Intan Rakhmayanti,  CNBC Indonesia
21 August 2026 21:00
Orang-orang berjalan melewati robot polisi lalu lintas berbentuk manusia yang dikembangkan oleh SUPCON saat robot tersebut sedang bertugas di sebuah jalan di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, China, pada 31 Juli 2026. (REUTERS/Go Nakamura)
Foto: Orang-orang berjalan melewati robot polisi lalu lintas berbentuk manusia yang dikembangkan oleh SUPCON saat robot tersebut sedang bertugas di sebuah jalan di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, China, pada 31 Juli 2026. (REUTERS/Go Nakamura)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah China mulai menguji penggunaan robot otonom untuk mengambil alih sejumlah tugas polisi lalu lintas. Teknologi ini dikerahkan untuk menangani pekerjaan rutin dan berulang, mulai dari memantau pelanggaran hingga melayangkan teguran langsung kepada pengendara.

Uji coba tersebut dilangsungkan di Hangzhou, wilayah China timur. Di sebuah persimpangan jalan yang padat, robot setinggi 1,88 meter itu mampu mendeteksi pengendara sepeda listrik yang tidak mengenakan helm, lalu menyuarakan peringatan secara otomatis.

Robot tersebut juga dapat menggerakkan kedua lengannya mengikuti irama lampu lalu lintas, menirukan Isyarat Gerakan Pengaturan Lalu Lintas standar yang biasa dilakukan oleh petugas kepolisian, dikutip dari Reuters, Jumat (21/8/2026).

Robot yang diberi nama T2 ini dikembangkan oleh perusahaan teknologi lokal, SUPCON Information. Memiliki bobot sekitar 98 kilogram, T2 menjadi bagian dari proyek percontohan untuk mengalihkan sebagian tugas pengaturan lalu lintas yang bersifat repetitif kepada mesin cerdas.

Kepala Pusat Inovasi Sistem Tanpa Awak SUPCON, Cao Hui, menjelaskan bahwa robot tersebut dibekali kamera presisi tinggi, sensor radar, serta sistem komputasi internal (on-board computer) untuk mendeteksi berbagai jenis pelanggaran secara real-time.

Robot ini sanggup mengenali pengendara yang tidak memakai helm, sepeda listrik yang berboncengan melebihi kapasitas, kendaraan yang berhenti melewati garis marka (stop line), hingga pejalan kaki yang menerobos saat lampu merah.

Selain menindak pelanggaran, robot T2 juga berfungsi sebagai pusat informasi publik. Masyarakat dapat menanyakan arah jalan, lokasi area parkir, hingga aturan lalu lintas setempat. Dalam situasi darurat, robot ini menyediakan fitur panggilan langsung yang terhubung dengan markas kepolisian terdekat.

SUPCON telah menempatkan sebanyak 15 unit robot T2 di kota Hangzhou sejak Mei 2026. Perusahaan mengeklaim keberadaan robot tersebut telah melayangkan lebih dari 170.000 teguran dan berhasil menekan angka pelanggaran tanpa helm serta kasus kendaraan melewati garis berhenti hingga lebih dari 40% hanya dalam kurun satu bulan.

Kendati demikian, Reuters belum dapat memverifikasi klaim angka tersebut secara independen. Pihak kepolisian lalu lintas Hangzhou pun belum memberikan tanggapan resmi terkait pengoperasian robot ini.

Polisi Robot Tak Kenal Lelah

SUPCON telah menguji keandalan T2 selama ribuan jam di berbagai lanskap wilayah, mulai dari kawasan objek wisata, zona sekolah, distrik bisnis, jalanan padat saat jam sibuk (rush hour), hingga dalam kondisi cuaca ekstrem.

Meski begitu, teknologi ini diakui masih memiliki keterbatasan teknis. Performa kamera dan sensor radarnya masih dapat terganggu oleh paparan sinar matahari yang terlalu silau, curah hujan tinggi, serta temperatur cuaca yang terlalu ekstrem.

Meskipun demikian, SUPCON menyatakan tingkat akurasi sistem robot dalam mengenali pelanggaran telah menembus angka di atas 95%.

Cao menekankan bahwa filosofi utama dari pengembangan teknologi ini bukan semata-mata untuk mempermudah penjatuhan sanksi atau tilang. Robot ini dirancang sebagai upaya preventif untuk memberikan peringatan dini agar pelanggaran lalu lintas tidak berubah menjadi kebiasaan buruk masyarakat.

"Robot tidak kenal lelah," tegas Cao, mengungkit keunggulan mesin otonom yang sanggup bekerja secara konsisten tanpa batas waktu.

Robot ini sanggup beroperasi secara mandiri mulai pukul 07.00 hingga 18.00 waktu setempat. Mesin tersebut berpindah titik patroli di persimpangan jalan secara otomatis sesuai pemetaan yang ditentukan tanpa memerlukan bantuan kendali jarak jauh (remote control).

Di sisi lain, pusat kendali terpadu memungkinkan tim kepolisian tetap dapat memantau pergerakan robot sekaligus mengerahkan perangkat tersebut secara fleksibel bila dibutuhkan.

SUPCON mengungkapkan, saat ini hampir 50 unit robot serupa telah beroperasi di delapan kota yang tersebar di tiga provinsi China. Perusahaan menargetkan populasinya akan menembus hingga mendekati 200 unit pada akhir tahun ini.

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Gagal Bikin Mobil, Apple Malah Ketemu Senjata Rahasia Masa Depan


Most Popular
Features