Awas WhatsApp Disadap Orang Jarak Jauh, Cek Cara Baru Amankan Akun

Redaksi, CNBC Indonesia
Rabu, 26/08/2026 15:40 WIB
Foto: Logo Whatsapp (REUTERS/Thomas White)
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Raksasa aplikasi pesan instan milik Meta Platforms, WhatsApp, resmi meluncurkan sederet fitur keamanan dan pembaruan anyar guna memperketat perlindungan akun pengguna. Langkah ini diambil seiring maraknya aksi pembobolan akun dan peretasan data (phishing) yang kian canggih dari waktu ke waktu.

Pembaruan ini hadir saat WhatsApp dan para pesaingnya di industri perpesanan global, seperti Signal dan Telegram, berlomba-lomba membuat fitur keamanan akun menjadi lebih praktis dan mudah diakses pengguna awam.

PIN Alfanumerik yang Lebih Kuat

Jika sebelumnya fitur verifikasi dua langkah (two-step verification) hanya mengandalkan PIN 6 digit angka, kini pengguna dapat memilih kata sandi alfanumerik yang lebih panjang dan dikombinasikan dengan karakter khusus. Opsi ini membuat kata sandi (password) jauh lebih sulit ditebak, sekaligus mencegah pengambilalihan akun meski peretas berhasil mengantongi kode OTP pengguna.


Dukungan Banyak Passkey

Pengguna kini juga dapat menambahkan lebih dari satu passkey dalam satu akun. Pihak WhatsApp menyebut fitur ini sangat berguna bagi mereka yang menggunakan dua perangkat sekaligus dengan sistem operasi berbeda, seperti iOS dan Android.

Teknologi passkey, yang mulai didukung WhatsApp sejak 2024, dinilai jauh lebih aman ketimbang kata sandi konvensional. Fitur ini memungkinkan pengguna masuk (log in) menggunakan Face ID atau pemindai sidik jari. Karena tidak lagi mengandalkan kombinasi nama pengguna dan kata sandi, passkey menekan risiko peretasan jarak jauh sebab pelaku kejahatan wajib memegang fisik perangkat korban untuk bisa mengakses passkey tersebut.

Informasi Tambahan Panggilan Nomor Tak Dikenal

Khusus pengguna Android, WhatsApp kini menyajikan informasi lebih detail saat menerima panggilan dari nomor yang tidak tersimpan di kontak telepon. Informasi tersebut mencakup:

  • Asal negara nomor telepon tersebut.

  • Kesamaan grup (common groups) antara pengguna dan pemanggil.

Pembaruan ini melengkapi deretan fitur baru yang telah dirilis WhatsApp dalam beberapa bulan terakhir. Sebelumnya, perusahaan meluncurkan fitur nama pengguna (username) pada akhir Juni untuk memungkinkan pengguna membagikan profil tanpa harus mengumbar nomor telepon. Selain itu, pada akhir Mei lalu, Meta meluncurkan layanan berlangganan WhatsApp Plus yang membuka berbagai fitur eksklusif seperti kustomisasi profil, super reaction, hingga analisis cerita (story insights).


(fab/fab)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Inovasi ABB Manfaatkan AI di Bisnis Pulp & Paper hingga Tambang