Hati-Hati! Scam Iklan Mirip 'Apple', Bisa Sedot Aset Kripto
Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah modus penipuan baru di Singapura membawa nama raksasa teknologi Apple. Kerugian dalam dua minggu tercatat mencapai S$195 ribu (Rp 2,7 miliar) dalam aset kripto.
Penipuan ini akan mengirimkan notifikasi pop-up ke perangkat Apple. Para penipu mengklaim berasal dari Apple dan mengatakan adanya akses tidak sah pada akun pengguna atau meminta mengubah kata sandi Apple ID.
Berikutnya para korban menerima panggilan dari penipu yang mengaku sebagai orang dari tim dukungan teknisi Apple. Kebanyakan telepon menggunakan kode negara +1 atau berasal dari Amerika Utara.
Penipu akan mengatakan akun Apple atau email korban telah diretas dan mengarahkan pada situasi palsu seperti chat-apple.com dan case-apple.com. Sejumlah informasi seperti kredensial Apple ID, akun mata uang kriptoi dan one time password (OTP) akan diminta oleh para pelaku.
"Para korban baru menyadari telah ditipu setelah menemukan transaksi mata uang kripto tidak sah di rekening mereka," kata pihak polisi dikutip dari Straits Times, Minggu (23/8/2026).
Pihak polisi setempat dalam keterangannya juga mengatakan lima kasus penipuan telah dilaporkan sejak 7 Agustus 2026 lalu.
Untuk menghindari kejahatan serupa, kepolisian mengingatkan untuk tidak memberikan informasi penting seperti password Apple ID pada siapapun. Perlu diingat Apple tidak pernah meminta penggunanya memberikan password Apple ID, OTP, atau kredensial login melalui panggilan telepon, notifikasi atau link online.
Jika mendapatkan notifikasi pengaturan ulang password, langsung tutup. Berikutnya masuk ke aplikasi Pengaturan dan verifikasi status akun atau memperbarui password. Pengguna juga bisa langsung menghubungi Apple melalui dukungan resminya. Selain itu, hubungi penyedia layanan jika merasa akun mata uang kripto telah diretas.
"Jika mencurigai akun mata uang kripto telah diretas, hubungi penyedia layanan mata uang kripto dan ambil langkah mengamankan akun Anda," ujar pihak kepolisian.
(npb/haa)