Ponsel Bekas Disusupi Spyware, Rp 445 Juta Uang Korban Ludes
Jakarta, CNBC Indonesia - Seorang manajer keuangan di sebuah perusahaan kontraktor pemerintah di Florida, Amerika Serikat, Kimberly Fudge, menjadi korban penipuan berlapis yang menguras uangnya hingga US$25.000 (Rp 445 juta) dalam waktu hampir 10 jam. Modus yang digunakan pelaku adalah ancaman penangkapan karena diduga mangkir dari tugas juri pengadilan federal.
Penipuan bermula dari telepon dari nomor tak dikenal yang mengaku sebagai petugas dari kantor sheriff setempat. Pelaku menyebut Fudge telah menandatangani dokumen kesediaan hadir sebagai juri, namun tidak muncul di persidangan, sehingga hakim menerbitkan surat perintah penangkapan atas namanya.
Mengutip laporan The Wall Street Journal, yang membuat modus ini terasa sangat meyakinkan, para pelaku mampu mengakses lokasi, riwayat pencarian internet, hingga pesan teks korban secara real-time. Para ahli menduga ponsel bekas yang baru dibeli Fudge telah disusupi spyware sejak awal, sehingga seluruh aktivitasnya bisa dipantau oleh sindikat tersebut.
Sepanjang hari itu, setidaknya lima orang pelaku bergantian berperan sebagai deputi sheriff hingga marsekal, lengkap dengan logat Florida yang meyakinkan dan suara mirip radio komunikasi kepolisian di latar belakang. Korban diperintahkan menyetor uang tunai ke mesin kripto di sebuah minimarket, dengan total setoran mencapai 17.000 dolar AS hanya pada babak pertama.
Ketika sempat mencoba menyuarakan kecurigaannya, sikap pelaku yang semula ramah langsung berubah mengancam, mengklaim bisa melacak lokasinya dan menyebut ada petugas yang siap menangkapnya dalam hitungan menit. Ancaman semacam ini membuat korban ketakutan dan kembali menuruti perintah untuk melanjutkan setoran.
Suaminya, Jonathan, sempat ikut terseret ketika diminta mengirim uang tanpa penjelasan lewat PayPal. Kecurigaannya muncul setelah ia bertanya kepada chatbot AI mengenai kewajaran permintaan uang mendadak tanpa alasan jelas, yang kemudian menandai situasi itu sebagai kemungkinan penipuan.
Jonathan akhirnya menghubungi polisi setelah istrinya kembali meminta tambahan dana. Sindikat pelaku sempat menyambungkan panggilan tiga arah dan memperingatkan agar korban tidak berbicara kecuali diizinkan, atau mereka akan "menjemput paksa" dari lokasinya.
Menurut laporan Komisi Perdagangan Federal AS (FTC), masyarakat Amerika dilaporkan kehilangan total 3,5 miliar dolar AS akibat penipuan berkedok petugas resmi sepanjang 2025, hampir tiga kali lipat dibanding angka tahun 2020. Sebagian sindikat beroperasi dari luar negeri dengan struktur organisasi yang rapi, bahkan disebut memiliki divisi SDM dan evaluasi kinerja layaknya perusahaan pada umumnya.
Modus penipuan "tugas juri" ini pun tercatat meningkat tajam di wilayah Tampa. Kantor Sheriff Pasco County mencatat 44 laporan kasus serupa sepanjang tahun ini, melonjak dari 25 laporan sepanjang tahun sebelumnya.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa aparat resmi tidak pernah menghubungi warga untuk mengancam penangkapan atau meminta uang terkait tugas juri. Namun tekanan psikologis yang diterapkan pelaku kerap membuat korban kehilangan kemampuan berpikir rasional, sebuah pola yang oleh para ahli keamanan siber disebut sebagai taktik "panic scam".
Setelah hampir 10 jam diteror, Fudge akhirnya tiba kembali di rumahnya dan langsung melapor ke polisi. Ia mengaku masih mengalami trauma emosional berminggu-minggu setelah kejadian, termasuk kesulitan tidur dan kehilangan nafsu makan, sementara sang suami kini rutin mempelajari cara melindungi data dan keuangan keluarga dari ancaman serupa.
(fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC]