7 Photos
Bukan RoboCop, Robot 1,88 Meter Kini Atur Lalu Lintas di China
Robot ini mendeteksi pelanggaran lalu lintas dan memberi peringatan kepada pengguna jalan.
Robot polisi lalu lintas humanoid yang dikembangkan SUPCON mulai bertugas di sebuah ruas jalan di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, China, Senin (21/7/2026). Dengan tinggi 1,88 meter, robot T2 ditempatkan di persimpangan sibuk untuk membantu mengatur lalu lintas, sekaligus mendeteksi sejumlah pelanggaran dan memberikan peringatan kepada pengguna jalan. (REUTERS/Go Nakamura)
Dikembangkan perusahaan teknologi lokal SUPCON Information, robot seberat 98 kilogram tersebut menggunakan kamera, radar, dan sistem komputasi untuk mendeteksi pengendara sepeda listrik tanpa helm, kendaraan yang membawa penumpang, pengendara yang melewati garis berhenti, hingga pejalan kaki yang menyeberang saat lampu lalu lintas belum mengizinkan. (REUTERS/Go Nakamura)
Robot ini juga dilengkapi lengan mekanis dengan tujuh sendi yang dapat menirukan gerakan standar polisi lalu lintas dan disinkronkan dengan lampu lalu lintas. Selain mengatur lalu lintas, T2 dapat menjawab pertanyaan mengenai arah, parkir, dan peraturan lalu lintas serta menghubungkan pengguna dengan polisi saat keadaan darurat. (REUTERS/Go Nakamura)
SUPCON telah menempatkan 15 robot di Hangzhou sejak Mei. Perusahaan mengklaim robot-robot tersebut telah memberikan lebih dari 170.000 peringatan dan membantu menurunkan pelanggaran berkendara tanpa helm serta kendaraan yang melewati garis berhenti hingga lebih dari 40%. Angka tersebut belum dapat diverifikasi secara independen oleh Reuters. (REUTERS/Go Nakamura)
Robot telah diuji selama ribuan jam di berbagai lokasi, termasuk kawasan wisata, zona sekolah, kawasan bisnis, lalu lintas jam sibuk, hingga kondisi cuaca buruk. SUPCON mengklaim tingkat akurasi pendeteksian pelanggaran mencapai lebih dari 95%, meski kamera dan radar tetap dapat terpengaruh sinar matahari, hujan, dan suhu ekstrem. (REUTERS/Go Nakamura)
Menurut SUPCON, robot dapat beroperasi secara otonom dari pukul 07.00 hingga 18.00 tanpa kendali jarak jauh. Hampir 50 robot serupa kini beroperasi di sekitar delapan kota di tiga provinsi China, sementara perusahaan menargetkan jumlahnya mendekati 200 unit pada akhir tahun. (REUTERS/Go Nakamura)
Teknologi robot polisi juga dinilai memiliki peluang untuk diekspor, terutama ke wilayah dengan kondisi kerja berat seperti Timur Tengah dan Asia Tenggara. Namun, ekspansi ke luar negeri menghadapi tantangan berupa kebutuhan integrasi dengan sistem penegak hukum setempat, sertifikasi, serta kepatuhan terhadap aturan perlindungan data karena robot dilengkapi kamera dan berbagai sensor. (REUTERS/Go Nakamura)