China Punya 'Harta Karun' Baru, Nilainya Tembus Rp 3.000 Triliun
Jakarta, CNBC Indonesia - Industri kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di China kian menunjukkan taringnya di kancah global. Nilai pasar sektor teknologi masa depan di Negeri Tirai Bambu tersebut tercatat telah menembus angka fantastis, yakni lebih dari Rp 3.000 triliun.
Berdasarkan laporan terbaru dari China Academy of Information and Communications Technology (CAICT), skala industri AI China melesat hingga melampaui 1,2 triliun yuan atau setara Rp 3.166 triliun sepanjang 2025. Capaian ini mencerminkan lonjakan signifikan sebesar 40% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Tak hanya dari segi nilai pasar, ekosistem AI di China juga tumbuh sangat masif. Saat ini, terdapat lebih dari 6.600 perusahaan AI yang beroperasi di sana. Angka tersebut menguasai sekitar 15% dari total porsi perusahaan AI di seluruh dunia.
Pesatnya pertumbuhan ini didukung oleh kesiapan ekosistem dalam negeri yang kian matang. China tercatat sukses membangun rantai industri AI secara menyeluruh dari hulu ke hilir, mulai dari infrastruktur dasar, pengembangan model dan kerangka kerja (framework), hingga aplikasi spesifik untuk berbagai sektor industri.
Peta Rantai Industri AI China
- Segmen Aplikasi: Menyumbang porsi terbesar hingga 55% dari total rantai industri, tumbuh 22% yoy.
- Infrastruktur: Memegang pangsa pasar 38% dengan pertumbuhan tahunan mencapai 59%.
- Model & Kerangka Kerja: Menguasai 7% porsi pasar, namun mencatatkan lonjakan pertumbuhan paling fantastis hingga 189% yoy.
Meski demikian, CAICT mencatat bahwa persebaran industri AI di China masih terpusat di kawasan timur dan pesisir. Lima wilayah utama yang menjadi pusat pertumbuhan AI di antaranya Beijing, Guangdong, Shanghai, Zhejiang, dan Shandong.
Ke depan, prospek pengembangan model AI berskala besar (large language models), agen AI, hingga chip AI mandiri diproyeksikan bakal makin agresif. Penetrasi produk-produk AI pun makin meluas dan terintegrasi ke berbagai sektor bisnis lokal.
Guna menjaga ketertiban industri yang makin raksasa ini, CAICT kini memimpin penyusunan dua standar industri baru terkait definisi sektor AI serta identifikasi kriteria perusahaan AI. Langkah ini diambil untuk menciptakan acuan baku dalam pengumpulan data statistik, formulasi kebijakan pemerintah, hingga kepastian iklim bisnis.
(fab/fab)