Kejayaan Nvidia Runtuh, Pemain Lama Bangkit Jadi Raja Baru

Redaksi,  CNBC Indonesia
20 July 2026 14:50
Nvidia. (REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo)
Foto: Nvidia. (REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pertumbuhan masif industri kecerdasan buatan (AI) membawa berkah besar bagi Nvidia sebagai produsen chip AI tercanggih di dunia. Namun, kekhawatiran atas 'gelembung' AI pelan-pelan mulai meruntuhkan kejayaan Nvidia.

Pada Jumat (17/7) pekan lalu, posisi Nvidia sebagai perusahaan paling bernilai di dunia akhirnya disingkirkan Apple. Hal ini menegaskan sikap waswas investor terhadap lonjakan industri AI yang pengembangannya super mahal, tetapi imbal baliknya masih belum jelas.

Apple pada Jumat (17/7) lalu berhasil memantapkan posisi dengan valuasi US$4,88 triliun seiring harga saham yang stabli, sementara Nvidia membukukan valuasi US$4,86 triliun menyusul penurunan harga saham 3,5%.

Perubahan dalam urutan peringkat ini menunjukkan bahwa para investor mulai memperluas fokus mereka ke luar dari perusahaan-perusahaan yang paling jelas diuntungkan oleh lonjakan AI, seperti Nvidia, yang sempat memimpin selama hampir setahun. Apple kini kembali menempati posisi puncak untuk pertama kalinya sejak April tahun lalu.

"Apple sempat dipandang tertinggal dalam perlombaan AI karena tidak mengalokasikan dana untuk pengembangan model, namun kini sentimen tersebut telah berubah," ujar Toni Meadows, Kepala Investasi di BRI Wealth Management, dikutip dari Reuters, Senin (20/7/2026).

"Apple tidak terlalu terekspos dengan belanja model yang intens, serta memiliki posisi yang lebih baik dalam memonetisasi AI melalui layanan-layanannya, pengembangan ekosistem, serta peningkatan hardware. Perubahan peringkat ini menunjukkan optimisme yang meningkat pada kemampuan meraup pendapatan, ketimbang bertumpu pada tren AI yang spekulatif," ia menambahkan.

Bagi perusahaan yang kerap dipandang tertinggal dalam perlombaan AI, pencapaian ini mencerminkan upaya Apple untuk mengukuhkan posisinya di antara para pemain utama sektor tersebut, serta dapat memengaruhi penilaian terhadap masa-masa akhir kepemimpinan CEO Tim Cook.

Cook akan lengser dari jabatannya sebagai nakhoda Apple dan digantikan oleh John Ternus pada September mendatang.

Bulan lalu, Apple meluncurkan Siri yang serba baru setelah lama tertunda. Perusahaan meningkatkan kemampuan asisten pintar tersebut untuk mengurangi ketimbangan dengan para pesaing Big Tech lainnya, serta startup-startup AI baru yang krusial dalam perlombaan AI.

Beberapa analis mengatakan Apple memiliki tambang emas AI berupa data pribadi yang tersimpan di setiap iPhone. Data tersebut dapat membuat jawaban Siri lebih bermanfaat dan asisten tersebut lebih mumpuni.

Tantangannya adalah data tersebut terkunci di dalam sistem operasi dengan alasan privasi, dan perusahaan harus menemukan cara untuk membuka nilai data tersebut.

(fab/fab) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Trump Palak Pengusaha Kaya, Uangnya Mengalir ke Sini


Most Popular
Features