Mati-Matian Blokir China, Trump Ternyata Terima Uang Rp 24 Triliun

Redaksi, CNBC Indonesia
Selasa, 18/08/2026 16:05 WIB
Foto: Presiden AS Donald Trump berbicara dalam acara penandatanganan perintah eksekutif terkait fleksibilitas vaksin, di Ruang Oval Gedung Putih di Washington, D.C., AS, pada 10 Agustus 2026. (REUTERS/Kylie Cooper)

Jakarta, CNBC Indonesia - Entitas kripto yang disokong Presiden Amerika Serikat Donald Trump, World Liberty Financial, ternyata menjalin kolaborasi bisnis dengan WorldClaw, sebuah startup kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) berbasis di Hong Kong.

Kerja sama ini menjadi sorotan tajam karena tidak hanya melibatkan model AI dari perusahaan-perusahaan China yang masuk daftar hitam AS, tetapi juga membuka keran aliran dana melimpah langsung ke kantong keluarga Trump.

Berdasarkan penelusuran Reuters, WorldClaw menyediakan akses ke 90 model AI, di mana 43 di antaranya atau hampir 50%, dikembangkan oleh raksasa teknologi China seperti Alibaba, Baidu, hingga Z.ai. Padahal, pemerintah AS sendiri telah menandai perusahaan-perusahaan tersebut sebagai ancaman terhadap keamanan nasional dan kekayaan intelektual AS.


Meski demikian, skema bisnis ini secara hukum tergolong legal di AS. Namun, keterikatan finansial keluarga Trump dalam pusaran transaksi ini menuai kritik tajam terkait konflik kepentingan.

Bagaimana Keluarga Trump Meraup Cuan dari Transaksi AI China?

Pundi-pundi kekayaan keluarga Trump terus mengalir melalui struktur kepemilikan saham dan mekanisme pembayaran mata uang kripto yang terintegrasi di platform WorldClaw. Berikut beberapa highlight-nya:

  1. Kepemilikan Saham 38% di World Liberty: Keluarga Trump memegang 38% saham di World Liberty Financial. Setiap kali platform menggunakan atau mengedarkan token milik World Liberty, keluarga Trump berhak mengantongi persentase keuntungannya.
  2. Monetisasi Stablecoin USD1: WorldClaw menerima pembayaran layanan AI menggunakan stablecoin USD1 yang diterbitkan oleh World Liberty. Seperti stablecoin berbasis dolar pada umumnya, USD1 dijamin oleh aset tradisional seperti Surat Utang Negara AS (US Treasury). Keluarga Trump berhak mendapatkan potongan langsung dari bunga (yield) yang dihasilkan oleh aset penjamin tersebut.
  3. Bagian dari Kerajaan Kripto Miliaran Dolar: Hingga saat ini, penjualan token World Liberty saja telah menyumbang lebih dari US$1,4 miliar (sekitar Rp24 triliun) bagi keluarga Trump. Angka ini merupakan porsi terbesar dari total US$2,3 miliar (sekitar Rp41 triliun) yang berhasil dikumpulkan keluarga Trump dari berbagai proyek kripto.
  4. Promosi Agresif Anak-Anak Trump: Dua putra tertua sang Presiden, Donald Trump Jr. dan Eric Trump-yang juga bertindak sebagai co-founder World Liberty-secara aktif mempromosikan WorldClaw di platform X (Twitter). Bahkan, seorang eksekutif World Liberty, Ryan Fang, menjabat langsung sebagai penasihat di WorldClaw untuk memacu adopsi USD1.

Sorotan Konflik Kepentingan dan Sikap Hipokrit

Sikap ganda ini menuai kritik tajam dari para pakar etika dan kebijakan luar negeri AS. Di satu sisi, pemerintahan Trump menyuarakan sikap keras (China-hawk) serta membatasi ruang gerak teknologi China atas alasan keamanan nasional. Namun di sisi lain, entitas bisnis pribadi Trump justru mengeruk keuntungan finansial dari transaksi yang melibatkan model AI asal Negeri Tirai Bambu tersebut.

"Saat pemerintah AS berupaya merespons kebangkitan dan ancaman AI China, terasa sangat hipokrit jika melalui WorldClaw mereka justru memanfaatkan alat-alat dari China ini demi meraup tumpukan uang," ujar Sam Bresnick, Peneliti di Center for Security and Emerging Technology, Universitas Georgetown.

Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Gedung Putih Anna Kelly menegaskan bahwa "tidak ada konflik kepentingan" dalam hubungan antara World Liberty dan WorldClaw, serta menyebut Presiden Trump selalu bertindak demi kepentingan publik Amerika.

Senada dengan Gedung Putih, juru bicara World Liberty menyatakan bahwa WorldClaw adalah perusahaan independen dan langkah menyediakan AI dari berbagai negara merupakan praktik umum yang berlaku di industri teknologi global.


(fab/fab)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Intip Potensi Tokenisasi Aset Jadi Investasi Digital Masa Depan