Awas Share Screen di Zoom HP Kena Bajak, Kenali Tandanya

Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
Selasa, 18/08/2026 09:20 WIB
Foto: ilustrasi video conference (AP/Jacquelyn Martin)

Jakarta, CNBC Indonesia - Peneliti keamanan siber menemukan celah atau bug berbahaya pada aplikasi Zoom Workspace yang memungkinkan pelaku kejahatan siber mengambil alih perangkat pengguna dari jarak jauh. Bug ini mengeksploitasi fitur screen sharing dan ditemukan pada Zoom Workspace untuk Windows, Mac, iOS, Android, serta Linux.

Bug ini tidak mengharuskan korban melakukan tindakan apa pun. Bahkan, tidak ada peringatan yang muncul ketika serangan berlangsung.

Kerentanan tersebut muncul saat seseorang menjalankan fitur anotasi (annotation tool) ketika sedang membagikan layar. Melalui celah ini, pelaku dapat mengeksekusi kode berbahaya dari jarak jauh untuk mendapatkan akses ke perangkat korban.


Meski demikian, belum diketahui apakah kerentanan ini pernah dimanfaatkan dalam serangan nyata. Peneliti yang menemukan celah tersebut mengaku mampu mengembangkan eksploitasi terhadap fitur screen sharing menggunakan prompt AI dalam waktu kurang dari 24 jam.

Temuan ini menunjukkan bagaimana kecerdasan buatan dapat membantu mempercepat pengembangan serangan siber.

"Jenis kemampuan seperti ini sebelumnya hanya dimiliki oleh aktor ancaman tingkat negara. Namun model yang membutuhkan tim elite, waktu berbulan-bulan, dan anggaran setingkat persenjataan kini telah runtuh," tulis perusahaan keamanan siber tersebut dalam sebuah blog, dikutip dari Engadget, Jumat (14/8/2026)

"Hari ini, seorang peneliti mampu mengembangkan eksploitasi setingkat negara dalam waktu kurang dari satu hari," lanjutnya.

Zoom telah menerima laporan mengenai celah tersebut dan merilis sejumlah pembaruan untuk mengurangi ancaman. Perusahaan juga mengimbau pengguna segera memperbarui aplikasi ke versi terbaru.

"Pengguna dapat membantu menjaga keamanan mereka dengan memasang pembaruan terbaru," kata Zoom.

Kerentanan ini terdapat pada seluruh versi Zoom Workspace sebelum pembaruan terbaru dirilis.

Kasus serupa baru-baru ini juga terjadi pada komputer Apple, yang memaksa perusahaan merilis pembaruan macOS. Apple menyatakan versi terbaru, termasuk Tahoe 26.6.1, Sequoia 15.7.9, dan Sonoma 14.8.9, telah aman dari kerentanan tersebut.


(dem/dem)
Saksikan video di bawah ini:

Video:Jurus Komdigi Dorong Kemandirian Teknologi & Jamin Keamanan Data