Bank Bisa Bobol Dalam Sekejap, Apa Itu Mythos yang Bikin Dunia Panik

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
22 April 2026 07:35
FILE PHOTO: Anthropic logo is seen in this illustration taken March 1, 2026. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo
Foto: REUTERS/Dado Ruvic

Jakarta, CNBC Indonesia - Model AI terbaru milik Anthropic, Mythos disebut sebagai ancaman untuk keamanan perangkat lunak tradisional. Kabarnya banyak perusahaan, termasuk industri perbankan di Amerika Serikat (AS) berpotensi menjadi korban dari model tersebut.

Anthropic menjelaskan Mythos dalam uji coba mampu mengungkap ribuan celah pada setiap sistem operasi dan web browser utama.

Perusahaan juga pernah mengatakan masalah saat memperkenalkan Mythos. Menurut Anthropic, model ini bisa menimbulkan risiko bagi perekonomian, keselamatan publik dan keamanan nasional jika disalahgunakan.

Hal serupa juga diungkap para ahli. Mereka mengingatkan Mythos dapat mengidentifikasi dan mengeksploitasi kerentanan yang sebelumnya belum diketahui.

Kemampuan ini bahkan lebih cepat daripada kemampuan perusahaan untuk memperbaikinya, dikutip dari Reuters, Selasa (21/4/2026).

Selain itu, pengkodean yang canggih dan kemampuan otonom bisa mempercepat serangan siber. Dampaknya, akan terasa pada sektor seperti perbankan yang bergantung pada teknologi kompleks, saling terhubung dan kebanyakan berusia tua.

Kekhawatiran akan keamanan ini membuat Mythos tidak bisa diluncurkan secara luas. Perusahaan baru membuka akses untuk menggunakan Mythos ke raksasa teknologi seperti Amazon, Microsoft, Nvidia serta Apple.

Aksesnya juga kemudian diperluas kepada lebih dari 40 organisasi tambahan. Mereka yang mendapatkan akses tersebut adalah yang bekerja untuk membangun atau memelihara infrastruktur software penting.

Laporan Reuters sebelumnya juga mengatakan Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Ketua The Fed Jerome Powell telah bertemu dengan bos para bank besar membicarakan potensi risiko dari Mythos.

Tak hanya di AS, kekhawatiran soal Mythos juga sudah sampai Inggris. Otoritas setempat juga telah berbicara dengan bank-bank besar dan pejabat keamanan siber soal potensi risiko yang akan muncul.

Langkah pengamanan juga dilakukan di Jerman. Presiden Asosiasi Bank Jerman dan CEO Deutche Bank, Christian Sewing mengatakan bank-bank telah menjalin kontak erat dengan regulator Eropa soal Mythos.

(dem/dem) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Indonesia Nomor Satu di Dunia, Serangan Datang Bertubi-tubi


Most Popular
Features