Internasional

Ribuan Penumpang Luntang-Lantung di Bandara, Terjebak Banjir Dahsyat

Redaksi, CNBC Indonesia
Sabtu, 15/08/2026 06:30 WIB
Foto: (via REUTERS/KYODO)
Daftar Isi

JAKARTA - Bandara Internasional Narita, Tokyo, mendadak berubah bak 'ruang pengungsian massal'. Ribuan turis dan pelancong asing terpaksa luntang-lantung dan menginap di lantai terminal pada Jumat (14/8) waktu setempat, setelah hujan deras memicu banjir dahsyat dan melumpuhkan akses transportasi darat menuju pusat kota.

Bencana banjir bandang dan tanah longsor di Prefektur Chiba yang menelan sedikitnya delapan korban jiwa tersebut merendam jalur kereta api utama dan menutup jalan tol. Alhasil, sekitar 7.000 penumpang tak punya pilihan selain tertahan di area bandara tanpa kepastian, dikutip dari Channel News Asia, Sabtu (15/8/2026).

'Lesehan' Berbekal Kantong Tidur dan Makanan Gratis

Pantauan di lokasi menunjukkan pemandangan kontras di salah satu hub penerbangan internasional terbesar di Asia tersebut. Antrean mengular terlihat di depan konter informasi dan stasiun kereta bandara, sementara ratusan wisatawan tampak berjejer tidur beralaskan kantong tidur (sleeping bag) di atas lantai dingin terminal.


Guna meredam kepanikan, pengelola bandara membagikan pasokan darurat berupa air minum, makanan, hingga kantong tidur secara gratis kepada para penumpang yang terlantar.

"Saya tidak pernah membayangkan bakal menghabiskan malam di lantai bandara. Tapi ya sudahlah, ini jadi pengalaman perjalanan yang tidak akan pernah kami lupakan," ujar seorang pelancong asing kepada NHK.

Kisah dramatis juga dialami Philip, turis asal Inggris. Ia mengaku harus menempuh perjalanan 'neraka' selama sembilan jam menembus banjir-termasuk bergonta-ganti taksi-hanya untuk bisa tiba di Narita pada Jumat pagi.

"Sambil memegang kantong tidur ini, saya cuma berusaha untuk bisa tidur sejenak dan menonton Netflix. Just get on with it, tidak ada hal lain yang bisa dilakukan," tuturnya pasrah kepada AFP.

Akses Darat Lumpuh Total, Maskapai Wanti-Wanti Delay

Masalah utama yang dialami para pelancong bukanlah pembatalan penerbangan, melainkan isolasi akses menuju dan dari bandara. Pihak bandara menyatakan jadwal penerbangan diupayakan tetap beroperasi normal. Namun, Japan Airlines (JAL) mewanti-wanti adanya potensi penundaan (delay) akibat keterlambatan penumpang dan kru.

Operator NEXCO East menutup rute tol utama yang menghubungkan Narita dengan pusat Tokyo, memicu penumpukan kendaraan parah di rute alternatif. Sejumlah jalur kereta api utama juga berhenti beroperasi. Penumpukan massa akibat kereta mangkrak terjadi di Stasiun Chiba.

Bencana 'Tanpa Preseden'

Krisis yang menimpa ribuan turis ini merupakan dampak langsung dari hujan ekstrem dengan curah lebih dari 360 mm yang mengguyur Chiba hanya dalam waktu 24 jam. Badan Meteorologi Jepang (JMA) bahkan sempat merilis status peringatan Level 5, yakni tingkat bahaya tertinggi, untuk pertama kalinya di wilayah tersebut.

Selain melumpuhkan aktivitas ribuan turis di Bandara Narita, bencana ini memadamkan listrik ke 26.000 rumah warga serta merendam puluhan permukiman.

Gubernur Chiba, Toshihito Kumagai, menegaskan bahwa kepungan banjir kali ini merupakan situasi ekstrem tanpa preseden yang belum pernah terjadi sepanjang sejarah cuaca di kawasan tersebut.


(fab/fab)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Inovasi Fintech Lending Atasi Gap Kredit UMKM Sebesar Rp2.400 T