'Dewi Laut' China Beri Peringatan Banjir dan Badai
Jakarta, CNBC Indonesia - China terus mengembangkan penggunaan AI dalam sehari-hari. Kali ini AI disematkan dalama peringatan dini bencana oleh Administrasi Meteorologi China (CMA).
Sistem bernama Mazu dipamerikan dalam dalam gelaran Konferensi AI Dunia atau WAIC 2026 di Shanghai. Sistem diharapkan dapat memberikan informasi untuk memprediksi bencana alam seperti badai, banjir hingga peristiwa cuaca ekstrem lainnya.
Mazu sendiri diambil dari nama dewi laut China. Dalam tradisi tersebut, Mazu akan melindungi para pelaut yang sedang berada di laut.
Sementara sistem Mazu akan bertugas mengawasi dan memberikan peringatan. Sistem akan mengintegrasikan data pengamatan multi sumber, dikutip dari Global Times, Kamis (23/7/2026).
Beberapa data pengamatan yang masuk dalam sistem termasuk satelit meteorologi Fengyun China, menggabungkan serangkaian model prediksi AI seperti Fenglei, Fengqing dan Fengshun.
Staf Biro Meteorologi Shanghai, You Yang mengatakan terminal pemantauan dan peringatan dini yang dikembangkan bersama dengan sistem akan bisa melacak indikator meteorologi. Mulai dari suhu, tekanan, jarak pandang, dan menerima data satelit.
Sistem juga telah diadaptasi dalam skenario apliaksi untuk transportasi, energi, pertanian dan ekonomi dataran rendah.
You mengatakan sistem Mazu menyesuaikan model sesuai dengan geografi, infrastruktur dan profil bencana suatu negara. Hingga kini, lebih dari 40 negara dan wilayah telah menggunakan sistem itu melalui akses berbasis cloud.
Salah satunya adalah Djibouti yang dihibahkan model Mazu-Urban pada Juli 2025 oleh China. Sistem itu adalah pencegahan bencana multi-bahaya.
Negara Afrika menggunakan Mazu untuk pemantauan gelombang panas suhu tinggi dan peringatan angin kencang di pelabuhan.
(dem/dem) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]