Warga Makin Irit Belanja, Jualan di Ecommerce Tak Laku
Jakarta, CNBC Indonesia - Sinyal bahaya berbunyi bagi industri e-commerce China. Raksasa ritel online JD.com baru saja melaporkan penurunan pendapatan kuartalan untuk pertama kalinya dalam lebih dari sepuluh tahun terakhir.
Fakta ini menjadi bukti nyata penurunan daya beli dan kelesuan konsumsi masyarakat di China saat ini. Pada kuartal II (Q2), total pendapatan JD.com merosot 2,9% menjadi 346,4 miliar yuan (sekitar Rp916 triliun). Lesunya penjualan produk elektronik dan peralatan rumah tangga yang selama ini menjadi tulang punggung bisnis JD.com, menjadi biang kerok utama amblesnya kinerja perusahaan.
Kondisi ini mempertegas tantangan berat bagi otoritas China dalam membangkitkan kembali gairah belanja masyarakat. Ketidakpastian lapangan kerja serta kecemasan ekonomi akibat krisis sektor properti China yang berlarut-larut telah membuat konsumen kian menahan dompet mereka.
Pesta Diskon Besar-besaran Pun Tak Mampu Menolong
Tekanan pada sektor e-commerce ini kian terasa ironis mengingat Q2 merupakan periode festival belanja tahunan "618", salah satu ajang diskon terbesar di China untuk memperingati hari jadi JD.com.
Demi mendongkrak penjualan yang lesu, JD.com bahkan memperpanjang durasi festival 618 tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya. Berbagai brand dan peritel dikerahkan untuk memanjakan konsumen lewat diskon gila-gilaan dan promosi masif. Namun, iming-iming diskon besar tersebut nyatanya tak cukup kuat untuk menutupi dalamnya penurunan permintaan pasar.
CEO JD.com, Sandy Xu, mengakui bahwa pendapatan dari sektor elektronik dan alat rumah tangga tertekan akibat tingginya basis perbandingan tahun lalu serta lonjakan harga bahan baku. Kendati demikian, pihaknya optimistis kinerja di paruh kedua akan pulih.
"Melihat ke paruh kedua, meskipun kenaikan harga elektronik konsumen yang terus berlanjut mungkin masih akan menekan permintaan konsumen, kami tetap optimistis bahwa kategori ini bakal tumbuh," ujar Sandy Xu.
Merespons tertekannya kinerja penjualan ini, saham JD.com yang tercatat di bursa AS merosot 3,5% pada perdagangan GMT.
Di tengah penurunan omzet harian, JD.com masih mencatatkan kenaikan laba bersih menjadi 7,1 miliar yuan atau naik dari 6,2 miliar yuan pada periode sama tahun lalu. Sementara itu, laba bersih non-GAAP tercatat 8,9 miliar yuan.
(fab/fab)