Modus Penipuan Baru Incar Pegawai Kantoran, Rekening Langsung Ludes
Jakarta, CNBC Indonesia - Modus penipuan melibatkan seseorang yang berpura-pura menjadi bos atau CEO sebuah kantor. Mereka mengincar sejumlah uang dari karyawan kantor tersebut, termasuk yang bekerja di unit keuangan.
Penipuan ini melibatkan peniruan identitas CEO dan eksekutif senior lain atau disebut sebagai Bos Scam. Biasanya terjadi di sejumlah platform, seperti email, WhatsApp, Microsoft Teams, hingga media sosial lainnya.
Pelaku akan meminta agar karyawan mengirimkan uang ke rekening milik mereka. Bahkan kejahatan ini sampai membuat regulator pasar India turun tangan. Badan Pengawas Sekuritas dan Bursa (SEBI) mengingatkan soal penipuan tersebut.
Lembaga itu juga mengingatkan tidak mengirimkan uang kepada seseorang, dengan hanya bermodalkan instruksi yang didapatkan melalui platform seperti media sosial.
Modus lain yang digunakan adalah mengirimkan malware. Saat dibuka, file akan membajak WhatsApp Web hingga membahayakan perangkat korban.
Pelaku akan mendapatkan akses ke karyawan keuangan dengan membajak WhatsApp Web. Kemudian karyawan akan diminta mengirimkan uang kepada pelaku.
"Pelaku penipuan mendapatkan akses ke akun WhatsApp petugas keuangan dan kemudian menghubungi karyawan akuntansi atau keuangan, meminta mereka melakukan pembayaran segera ke rekening bank perantara yang ditentukan," kata SEBI.
(dem/dem)