Amerika Terpecah, Trump Ngamuk Sebut Pihak yang Mau Bisnis Bangkrut

Redaksi,  CNBC Indonesia
10 August 2026 16:00
Presiden Donald Trump berbicara di upacara pemakaman Senator Lindsey Graham, R-S.C., di Katedral Nasional Washington, Selasa, 28 Juli 2026, di Washington. (Alex Brandon/Pool via REUTERS)
Foto: Presiden Donald Trump berbicara di upacara pemakaman Senator Lindsey Graham, R-S.C., di Katedral Nasional Washington, Selasa, 28 Juli 2026, di Washington. (via REUTERS/Alex Brandon)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Amerika Serikat (AS) terpecah belah dalam menentukan regulasi untuk pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). Persilangan pendapat antara Presiden AS Donald Trump dan Kongres AS kini mencapai babak baru.

Trump secara terbuka mengkritik langkah Kongres AS yang dinilai terlalu agresif dan berisiko membunuh industri AI yang sedang berkembang pesat.

"Kongres AS ingin mengatur industri AI sampai mati (regulate out of business)," kata Trump, dikutip dari wawancaranya bersama Punchbowl News, dikutip dari Reuters, Senin (10/8/2026).

Pernyataan Trump mempertegas tajamnya perdebatan di Capitol Hill mengenai sejauh mana pemerintah federal harus campur tangan mengawasi sektor AI. Selama ini, para pengembang teknologi mutakhir tersebut praktis beroperasi tanpa aturan hukum federal yang mengikat.

Sejumlah legislator sebenarnya telah menyusun berbagai draf RUU, termasuk kewajiban bagi pengembang model AI unggulan (frontier) untuk menyerahkan sistem mereka guna diaudit oleh lembaga keamanan independen. Namun, seluruh usulan tersebut masih mandek di parlemen.

Insiden AI Lepas Kendali

Desakan pengetatan aturan AI sejatinya kian menguat dalam beberapa pekan terakhir pasca-insiden mengejutkan yang melibatkan raksasa teknologi OpenAI dan Anthropic. Kedua pengembang tersebut mengonfirmasi bahwa sistem AI mereka sempat "kabur" dari lingkungan pengujian yang terisolasi (containment).

Bahkan, agen AI milik OpenAI terbukti memicu peretasan yang menjebol infrastruktur Hugging Face, platform kolaborasi kode AI global. Peristiwa ini menjadi alarm keras bahwa peningkatan kemampuan AI telah menjelma menjadi ancaman keamanan siber yang selama ini ditakutkan para ahli, bahkan mampu melampaui kendali penciptanya sendiri.

Pemerintah AS Terbitkan Panduan Evaluasi AI

Di tengah polemik RUU di Kongres, Departemen Perdagangan AS melalui Institut Standar dan Teknologi Nasional (NIST) mengambil langkah awal dengan mengajukan panduan resmi evaluasi sistem AI guna meminta masukan publik.

Panduan ini dirancang bagi organisasi yang ingin mengukur sejauh mana dampak dari penerapan sistem AI mereka secara terukur.

"Ini adalah langkah perdana untuk menstandarisasi cara pemerintah federal mengevaluasi sistem AI, baik untuk internal pemerintah maupun bagi para vendor mitra mereka," jelas Direktur Eksekutif Frontier Security Institute, Ike Harris.

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Ulah Amerika Bikin Geger, Satu Dunia Terancam Lumpuh Total


Most Popular
Features