Review Gadget

Review Samsung Galaxy Z Fold8: Desain Baru Harga Rp 28 Juta, Worth It?

Kartini Bohang, CNBC Indonesia
Senin, 10/08/2026 19:00 WIB
Foto: Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Highlight:

  • Samsung Galaxy Z Fold8 hadir dengan desain ala paspor, memiliki aspek rasio 4:3 saat dibuka.
  • Baterainya lebih jumbo dengan kapasitas 4.800mAh, tetapi bobot tetap ringan dan tipis berkat teknologi silikon-karbon terbaru.
  • Kameranya mengandalkan konfigurasi ganda, dengan peningkatan pada lensa ultrawide 50MP.
  • Kelemahannya, Samsung Galaxy Z Fold8 tidak memiliki lensa telephoto, tetapi masih mengakomodir kemampuan Portrait dengan efek bokeh.
  • Ada beberapa fitur baru yang menunjang pembuatan konten, seperti 'Dual-Screen Capture' dan 'My FanCam'.
  • Harganya dibanderol mulai Rp28,5 juta di Indonesia.

Jakarta, CNBC Indonesia - Industri HP lipat (foldable) resmi memasuki era baru. Raksasa teknologi asal Korea Selatan, Samsung, merombak total desain Galaxy Z Fold8 dengan bodi yang lebih lebar dan memendek, menghasilkan proporsi layar unik ala paspor.

Langkah berani ini menjadi 'angin segar' sekaligus titik balik bagi segmen foldable yang selama bertahun-tahun terpaku pada desain book-style konvensional dan clamshell.


Konsumen pun merespons positif. Samsung mencatat angka pemesanan (pre-order) Galaxy Z Fold8 dan Fold8 Ultra melonjak hingga 30% dibandingkan Galaxy Z Fold7. Bahkan, total pre-order untuk keseluruhan trio HP lipat teranyar Samsung berhasil tembus 1,44 juta unit, mengalahkan rekor pre-order Galaxy Note 10 pada 2019 lalu sebanyak 1,38 juta unit.

Pencapaian ini makin istimewa, mengingat industri HP secara keseluruhan sedang tertekan krisis kelangkaan chip memori global yang menyebabkan harga komponen naik gila-gilaan. Para vendor, termasuk Samsung, mau tak mau harus menaikkan harga jual produk.

Dengan harga lebih mahal, apakah 'pesona' Galaxy Z Fold8 hanya terpaut pada form factor baru? Bagaimana dengan ketahanan fisik, kinerja baterai, serta aspek-aspek penting lainnya? Simak review lengkap CNBC Indonesia sampai habis, ya!

Apa kelebihan desain baru Galaxy Z Fold8?

Galaxy Z Fold8 menggunakan desain baru dengan aspek rasio 4:3 ala paspor. Layar cover 5,5 inci, layar dalam 7,6 inci, dan bobotnya hanya 201 gram. Lapisan ganda titanium dan bodi aluminium membuatnya makin tahan banting.

Perubahan ini memberikan pengalaman yang makin optimal untuk menikmati berbagai media visual, mulai dari menonton film dan serial TV, bermain game, hingga membaca e-book maupun komik digital.

Cover screen berukuran 5,5 inci dengan rasio 10:16 terasa pas di genggaman, sangat ideal untuk navigasi cepat antaraplikasi hingga scrolling media sosial. Kehadirannya menjadi solusi bagi pengguna yang merasa cover screen seri Flip terlalu kecil, tetapi enggan memboyong seri Fold Ultra yang dinilai terlampau besar.

Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman) Foto: Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Saat butuh tampilan yang lebih luas, pengguna cukup membuka perangkat untuk mengakses layar utama 7,6 inci berasio 4:3. Layar lega ini tak hanya memberikan sensasi membaca e-book ala buku fisik atau menonton tayangan favorit dengan lebih 'khusyuk' dalam mode potret maupun lanskap, tetapi juga mengakomodir produktivitas lewat fitur split screen yang mampu menjalankan hingga tiga aplikasi sekaligus.

Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman) Foto: Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman) Foto: Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Sektor visualnya makin tangguh dengan tingkat kecerahan maksimum mencapai 3.000 nits dan lapisan anti-refleksi pada layar utama. Kombinasi ini memastikan konten tetap terlihat jelas dan nyaman dinikmati meski di bawah terik sinar matahari (outdoor).

Menjawab kekhawatiran soal daya tahan HP lipat, Samsung membekali Galaxy Z Fold8 dengan proteksi ekstra. Panel layarnya diperkuat lapisan ganda titanium pada komponen penyerap guncangan. Sementara itu, bagian bodi dibalut material Armor Aluminium dan dilindungi Corning Gorilla Glass untuk meminimalisasi risiko kerusakan akibat benturan tak disengaja.

Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman) Foto: Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Pengalaman buka-tutup layar kini juga terasa lebih mulus dan kokoh berkat sistem magnet baru dan celah bezel dalam yang dirancang lebih lebar. Desain ini efektif menyamarkan bekas lipatan (crease) pada layar utama.

Menariknya lagi, kombinasi bobot ringan dan form factor yang ringkas membuat aktivitas vlogging hingga selfie dengan kamera utama jadi lebih praktis. Cukup aktifkan kamera, tekan ikon di sudut kanan atas, lalu manfaatkan lipatan bodi ponsel sebagai tripod alami untuk mengambil gambar.

Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman) Foto: Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Sebelum masuk lebih jauh ke aspek fotografi, baca dulu pembahasan kinerja Galaxy Z Fold8 berdasarkan pengalaman CNBC Indonesia menjajal HP ini selama kurang lebih 2 minggu!

Bagaimana daya tahan baterai dan performanya?

Baterai Galaxy Z Fold8 membesar dari 4.400 mAh menjadi 4.800 mAh, teruji awet hingga 20 jam pemakaian harian. Chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 membuatnya kencang sekaligus hemat daya.

Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy adalah chipset custom tercepat untuk lini flagship Android saat ini. Integrasi komponen CPU, GPU, hingga NPU di dalamnya menyuguhkan pemrosesan grafis superior sekaligus efisiensi daya maksimal untuk mengeksekusi berbagai fitur Galaxy AI secara on-device.

Samsung mengklaim chipset anyar ini membawa lompatan performa NPU sebesar 21%, GPU 15%, dan CPU 16% dibanding generasi terdahulu. Kinerja chipset yang makin efisien tersebut dikawinkan dengan baterai berkapasitas jumbo 4.800 mAh, meningkat dari 4.400 mAh pada Galaxy Z Fold7.

Satu hal yang menarik, peningkatan kapasitas baterai ini tidak membuat bodi perangkat jadi gemuk. Berkat inovasi baterai silikon-karbon terbaru, Galaxy Z Fold8 bisa tetap ramping dan ringan.

Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman) Foto: Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Di atas kertas, Samsung mencatat daya tahan baterai Galaxy Z Fold8 mampu menembus 26 jam untuk video playback, melompati catatan 24 jam pada model pendahulunya.

Berdasarkan pengujian benchmark independen lewat Geekbench 6, unit Galaxy Z Fold8 yang kami uji sanggup mencetak skor single-core sebesar 3.573 dan multi-core menyentuh 10.392. Kinerja komputasi ini kurang lebih berada di kisaran yang setara dengan seri flagship Galaxy S26.

Hasil test benchmark dari Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Kartini Bohang) Foto: (CNBC Indonesia/Kartini Bohang)

Uji ketahanan baterai melalui PCMark juga memberikan hasil mumpuni. Baterai Galaxy Z Fold8 mencatatkan durasi pemakaian hingga 20 jam 6 menit untuk mensimulasikan beragam aktivitas harian, mulai dari browsing internet, mengetik dokumen, hingga mengedit foto dan video.

Hasil test PCMark dari Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Kartini Bohang) Foto: Hasil test PCMark dari Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Kartini Bohang)

Sektor manajemen suhu juga patut diacungi jempol. Pantauan kami melalui aplikasi Thermal Monitor, temperatur Galaxy Z Fold8 tergolong stabil di rentang 27-33 derajat Celcius untuk pemakaian normal. Bahkan, suhu tetap terjaga dalam batas aman saat digembleng bermain game Genshin Impact selama 2 jam nonstop hampir setiap hari.

Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman) Foto: Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Sepanjang pengujian intensif kurang dari sebulan, Galaxy Z Fold8 sukses melibas seluruh aktivitas harian tanpa hambatan, termasuk saat mengeksekusi fitur-fitur pemrosesan Galaxy AI. Navigasi dan perpindahan antaraplikasi terasa smooth tanpa gejala lag.

Konsumsi baterai cukup awet untuk pemakaian standar. Pengisian ulang baterai pun terbilang cepat, hanya memakan waktu sekitar 30 hingga 45 menit untuk mengisi daya dari 15%-25% hingga terisi penuh.

Kendati demikian, konsistensi performa ini tentu masih harus diuji kembali untuk penggunaan jangka panjang, terutama saat ruang RAM mulai bekerja ekstra memroses beban file yang terus menumpuk seiring rutinnya pembaruan software.


(dem)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Inovasi Fintech Lending Atasi Gap Kredit UMKM Sebesar Rp2.400 T

Pages