Review Samsung Galaxy Z Fold8: Desain Baru Harga Rp 28 Juta, Worth It?
Galaxy Z Fold8 memakai kamera ganda (dual camera) 50 MP (wide) + 50 MP (ultrawide). Lensa sudut lebar ditingkatkan drastis, tetapi lensa telephoto dihilangkan demi desain yang lebih ringkas. Kamera ultrawide naik dari 12 MP menjadi 50 MP, hasil foto sudut lebar jauh lebih tajam. Zoom mengandalkan pemrosesan digital hingga 10x. Terdapat fitur baru Dual-Screen Capture dan My FanCam berbasis AI.
Di atas kertas, spesifikasi ini memang tampak mengalami penurunan ketimbang pendahulunya, Galaxy Z Fold7. Seri sebelumnya dibekali konfigurasi tiga kamera (triple-camera) yang terdiri dari sensor utama 200 MP (wide), 12 MP (ultrawide), dan 10 MP (telephoto dengan optical zoom 3x) serta kemampuan digital zoom hingga 30x.
Meski begitu, peningkatan drastis pada Galaxy Z Fold8 justru terletak di sektor kamera ultrawide yang kini melonjak ke resolusi 50 MP dari sebelumnya cuma 12 MP. Langkah ini membuat hasil jepretan sudut lebar memiliki kualitas dan ketajaman yang kian setara dengan kamera utama, termasuk saat mengambil foto pada kondisi minim cahaya (low-light). Bagi para content creator maupun vlogger, lensa ultrawide ini tentu menjadi andalan utama untuk menangkap momen dengan cakupan yang lebih luas.
Ketiadaan lensa telephoto memang patut disayangkan. Namun, hal ini tampaknya menjadi kompensasi desain (trade-off) demi mewujudkan form factor baru yang mengedepankan bobot super ringan, kepraktisan, serta estetika yang lebih modern.
Absennya modul telephoto tersebut sejatinya masih sanggup diimbangi oleh optimalisasi software yang mampu menghasilkan efek bokeh cukup rapi pada mode Portrait. Kendati efek blur beberapa kali masih tampak kurang alami saat memotret di malam hari dengan komposisi foreground atau background yang rumit, performanya secara umum sudah cukup untuk kebutuhan sehari-hari.
Berikut beberapa hasil jepretan kamera Galaxy Z Fold8 dalam mode wide, ultrawide, hingga Portrait, baik di tempat terang maupun pada malam hari:
Hasil foto dari Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Kartini Bohang) Foto: Hasil foto dari Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Kartini Bohang) |
Hasil foto dari Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Kartini Bohang) Foto: Hasil foto dari Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Kartini Bohang) |
Hasil foto dari Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Kartini Bohang) Foto: Hasil foto dari Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Kartini Bohang) |
Hasil foto dari Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Kartini Bohang) Foto: Hasil foto dari Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Kartini Bohang) |
Hasil foto dari Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Kartini Bohang) Foto: Hasil foto dari Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Kartini Bohang) |
Hasil foto dari Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Kartini Bohang) Foto: Hasil foto dari Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Kartini Bohang) |
Hasil foto dari Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Kartini Bohang) Foto: Hasil foto dari Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Kartini Bohang) |
Hasil foto dari Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Kartini Bohang) Foto: Hasil foto dari Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Kartini Bohang) |
Hasil foto dari Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Kartini Bohang) Foto: Hasil foto dari Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Kartini Bohang) |
Aktivitas memproduksi konten beramai-ramai bersama teman juga kian menyenangkan berkat fitur 'Dual-Screen Capture' terbaru. Fitur ini menyulap pengoperasian kamera serasa kamera digital profesional, di mana subjek foto dapat langsung melihat preview dirinya secara real-time melalui cover screen. Hasilnya, foto maupun video bisa langsung diunggah ke media sosial tanpa perlu pengeditan rumit.
Tampilan 'Dual-Screen Capture' ini pun dibuat sangat fleksibel melalui berbagai opsi opsi visual, mulai dari split screen orientasi potret (kiri-kanan), lanskap (atas-bawah), hingga komposisi layar utama berukuran besar dengan antarmuka kamera selfie melayang (floating).
Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman) Foto: Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman) |
Samsung turut memperkenalkan fitur baru berbasis Galaxy AI bernama 'My FanCam'. Fitur pengeditan pintar ini dapat mendeteksi subjek dalam video grup secara otomatis, mengunci fokus pada individu terpilih, lalu secara presisi memotong (crop) rasio video ke format vertikal yang siap dibagikan ke media sosial. Berikut contohnya:
Samsung Galaxy Z Fold8 Foto: Kartini Bohang |
Hasil Fitur FanCam Galaxy Z Fold8 Foto: Kartini Bohang |
Catatan: potongan video diubah ke format GIF, tidak mencerminkan kualitas video asli dari kamera Galaxy Z Fold8
Di samping dua fitur baru tersebut, Galaxy Z Fold8 tetap mempertahankan sederet fitur kamera andalan untuk mengeksplorasi kreativitas. Salah satu yang jadi andalan kami adalah mode 'Pro', yang memberi kebebasan pengguna mengatur white balance, ISO, shutter speed, hingga penguncian fokus secara manual guna menghasilkan karakter foto yang khas.
Karakter warna (tone) dari foto yang dihasilkan bahkan dapat disimpan menjadi filter kustom untuk diterapkan ke foto-foto lain di dalam galeri, lengkap dengan pengaturan tingkat kontras dan warna secara detail.
Proses editing foto dari Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Kartini Bohang) Foto: Proses editing foto dari Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Kartini Bohang) |
Untuk foto bernuansa Portrait, pengguna masih bisa melakukan pengeditan lanjutan secara langsung dari aplikasi galeri, seperti menyesuaikan intensitas efek blur, menentukan titik fokus warna (color point), hingga mengubah suasana (mood) menjadi mode studio, high-key mono, atau low-key mono.
Proses editing foto dari Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Kartini Bohang) Foto: Proses editing foto dari Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Kartini Bohang) |
Fitur 'AI Eraser' juga kembali diandalkan untuk menyapu objek-objek pengganggu di latar belakang. Pada pembaruan kali ini, kecerdasan buatan Samsung makin piawai menghapus objek pengganggu di area background blur dengan hasil yang sangat rapi dan natural.
Proses editing foto dari Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Kartini Bohang) Foto: Proses editing foto dari Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Kartini Bohang) |
Apakah Galaxy Z Fold8 layak dibeli?
Galaxy Z Fold8 layak dibeli jika Anda mengutamakan kenyamanan genggaman dan baterai awet. Jika Anda butuh zoom optik, pertimbangkan seri lain atau generasi berikutnya.
Peningkatan desain, bobot, dan baterai sangat terasa. Harga mulai Rp 28.499.000 (256 GB) hingga Rp 40.499.000 (1 TB).
Daya tarik utama Samsung Galaxy Z Fold8 memang terletak dari form-factor yang benar-benar baru, mengusung desain serupa paspor. Bukan cuma tampak 'fresh', layar dengan aspek rasio 4:3 saat dibuka penuh ternyata memberikan pengalaman visual yang lebih mumpuni.
Menonton video terasa lebih lega karena bidang lebarnya benar-benar mirip dengan tablet. Saat membaca e-book atau komik digital, layar 4:3 juga memungkinkan pengalaman serupa rasio buku fisik.
Bisa dibilang, Galaxy Z Fold8 hadir sebagai penengah Galaxy Z Flip8 dan Fold8 Ultra. Tampilannya lebih 'muda' dan kekinian mirip Flip8, tetapi cover screen-nya lebih lega dan menyerempet ke fungsi layar penuh seperti Fold8 Ultra. Bobot ringan dan desain tipis juga membuat HP ini sangat fleksibel dibawa ke mana-mana, mudah diletakkan ke kantong celana maupun tas berukuran kecil.
Kinerjanya juga garang, setidaknya berdasarkan pengalaman kami selama dua minggu menjajal ponsel ini. Daya tahan baterai cukup mumpuni untuk penggunaan sehari-hari, multi-tasking tak ada kendala, main game berat juga andal dan tak mudah panas.
Namun, tak bisa dimungkiri, spesifikasi kamera Galaxy Z Fold8 memang memiliki kekurangan karena absennya sensor telephoto. Bagi konsumen yang suka berburu 'beauty shots', kemungkinan ketiadaan telephoto ini menjadi deal-breaker. Namun, bagi konsumen yang lebih sering vlogging, selfie, dan mengambil foto pemandangan, kualitas foto Galaxy Z Fold8 dengan beragam fitur pendukungnya sudah lebih dari cukup.
Tabel Spesifikasi dan Harga Samsung Galaxy Z Fold8
| Prosesor / CPU | • Kecepatan CPU: 4,74 GHz, 3,6 GHz • Tipe CPU: Octa-Core (8-Core) |
| Layar Utama (Foldable) | • Ukuran: 193,2 mm (7,6 inci persegi panjang utuh) / 192,5 mm (7,6 inci sudut melengkung) • Resolusi: 1848 x 2448 (QXGA+) • Teknologi: Dynamic AMOLED 2X • Kedalaman Warna: 16 Juta Warna |
| Layar Cover (Sub Display) | • Ukuran: 138,4 mm (5,5 inci persegi panjang utuh) / 137,5 mm (5,4 inci sudut melengkung) • Resolusi: 1972 x 1248 (WUXGA+) • Teknologi: Dynamic AMOLED 2X • Kedalaman Warna: 16 Juta Warna |
| Kamera Belakang | • Resolusi: 50,0 MP + 50,0 MP • Bukaan (F Number): F1.8 , F1.9 • Fitur Utama: Auto Focus, OIS, Flash • Zoom: Zoom Kualitas Optik 2x (via sensor Adaptive Pixel), Zoom Digital hingga 10x |
| Kamera Layar Utama | • Resolusi: 10,0 MP • Bukaan (F Number): F2.2 • Auto Focus: Tidak Ada |
| Kamera Cover | • Resolusi: 10,0 MP • Bukaan (F Number): F2.2 • Auto Focus: Tidak Ada |
| Perekaman Video | • Resolusi Rekam: UHD 8K (7680 x 4320) @30fps • Slow Motion: 240fps @FHD, 120fps @FHD, 120fps @UHD |
| Memori & Penyimpanan | • RAM: 12 GB • Penyimpanan Internal: 256 GB • Penyimpanan Tersedia: 223,6 GB |
| Jaringan / SIM | • Jumlah SIM: Dual-SIM • Ukuran/Tipe Slot: Nano-SIM (4FF), Embedded-SIM (SIM 1 + eSIM / Dual eSIM) • Jaringan: 2G GSM, 3G WCDMA, 4G LTE (FDD & TDD), 5G Sub6 (FDD & TDD) |
| Konektivitas | • Antarmuka USB: USB Type-C (USB 3.2 Gen 1) • Wi-Fi: 802.11a/b/g/n/ac/ax/be (2,4GHz + 5GHz + 6GHz), EHT320, MIMO, 4096-QAM, Wi-Fi Direct • Bluetooth: Versi 6.0 • NFC: Ya • UWB (Ultra-Wideband): Ya • Lokasi (GPS): GPS, Glonass, Beidou, Galileo, QZSS • MHL & Earjack: Tidak ada MHL, audio lewat USB Type-C |
| Sistem Operasi | Android |
| Desain & Dimensi | • Bentuk: Folder (Lipat) • Ukuran Terbuka (P x L x T): 123,9 x 161,4 x 4,5 mm • Ukuran Terlipat (P x L x T): 123,9 x 81,9 x 9,7 mm • Bobot: 201 gram |
| Baterai | • Kapasitas: 4.800 mAh (Typical) • Waktu Putar Video: Hingga 26 jam (Nirkabel) |
| Sensor | Akselerometer, Barometer, Sensor Sidik Jari, Gyro, Geomagnetik, Hall, Sensor Cahaya, Sensor Jarak (Proximity) |
| Audio & Video | • Speaker: Stereo Support • Format Putar Video: MP4, M4V, 3GP, 3G2, AVI, FLV, MKV, WEBM (Resolusi hingga UHD 8K @60fps) • Format Putar Audio: MP3, M4A, 3GA, AAC, OGG, OGA, WAV, AMR, AWB, FLAC, MID, MIDI, XMF, MXMF, IMY, RTTTL, RTX, OTA, DFF, DSF, APE |
| Layanan & Aplikasi | • Dukungan Perangkat: Galaxy Ring, Galaxy Buds Series, Galaxy Watch Series, Galaxy Fit Series • Samsung DeX: Ya • Alat Bantu Dengar: Dukungan ASHA (Android Audio Streaming for Hearing Aid) • SmartThings: Ya |
| Dukungan Perangkat Lunak | Pembaruan Keamanan: Hingga 31 Juli 2033 |
| Harga | 12/256GB - Rp28.499.000 12/512GB - Rp32.499.000 16GB/1TB - Rp40.499.000 |














