Amerika Buka-Bukaan Alasan Sebenarnya China Harus Diblokir Total
Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) mengungkap alasan di balik kebijakan pembatasan impor berbagai produk teknologi asal China. Ketua Komisi Komunikasi Federal AS (Federal Communications Commission/FCC), Brendan Carr, menyatakan pembatasan tersebut bertujuan untuk mendorong percepatan produksi di dalam negeri sekaligus mengatasi risiko terhadap keamanan nasional.
Carr mengatakan pemerintah AS ingin menarik investasi kembali ke dalam negeri dan mengembangkan komponen yang dapat menjadi elemen penting bagi keamanan nasional Amerika.
"Kami memberi tahu orang-orang bahwa sekarang adalah waktunya memindahkan banyak investasi ke dalam negeri dan mengembangkannya menjadi apa yang bisa menjadi elemen penting dari keamanan nasional kami," kata Carr, dikutip dari Reuters, Jumat (7/8/2026).
Ia menambahkan, pemerintah AS tidak ingin menghadapi situasi dalam lima tahun ke depan ketika ribuan hingga jutaan perangkat tersebut justru menjadi ancaman terhadap keamanan nasional.
FCC, yang mengatur sektor telekomunikasi Amerika Serikat, telah melarang model baru drone, router, robot, dan inverter daya asing sejak Desember. FCC memberikan pengecualian kepada pemasok non-China, tetapi secara efektif menutup akses produsen China ke pasar tersebut.
Bulan lalu, FCC juga melarang impor robot humanoid dan robot berkaki empat asal China serta inverter daya yang terhubung ke jaringan. Perangkat tersebut memungkinkan sumber energi terbarukan dan baterai terhubung ke jaringan listrik serta peralatan pusat data (data center). Kebijakan itu memicu aksi balasan dari China pada awal pekan ini.
Sebelumnya, Reuters melaporkan bahwa FCC sedang menyusun larangan impor model baru komponen pusat data asal China yang dikenal sebagai optical transceivers. Langkah itu dilakukan untuk melindungi infrastruktur yang menjadi fondasi pertumbuhan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Ketika ditanya mengenai laporan tersebut, Carr menegaskan bahwa keputusan mengenai produk apa saja yang akan ditambahkan ke daftar pembatasan berada di tangan pemerintah eksekutif dan lembaga keamanan nasional.
"Keputusan mengenai apa yang akan ditambahkan didorong oleh cabang eksekutif dan lembaga keamanan nasional. Mereka yang membuat keputusan. Kami kemudian menerapkan keputusan yang mereka buat. Jadi, saya akan merujuk Anda kepada mereka untuk memberikan komentar mengenai apa, jika memang ada, langkah berikutnya," ujar Carr.
Di sisi lain, Komisaris FCC dari Partai Demokrat, Anna Gomez, menyambut baik langkah Carr yang berfokus pada keamanan nasional. Namun, ia mengkritik proses penerapan kebijakan tersebut.
"Apa yang saya dengar dari banyak perusahaan Amerika dan para pemimpin industri adalah mereka khawatir terhadap cara penerapan perubahan besar pada kebijakan teknologi FCC yang terkesan tidak teratur dan kacau," kata Gomez.
Ia menambahkan bahwa pemerintah perlu memastikan transparansi agar tidak menimbulkan kesan menguntungkan pihak tertentu.
"Jika kita ingin menghindari kesan memihak aktor tertentu dibandingkan yang lain, kita membutuhkan transparansi. Jika tidak, ini justru terlihat seperti kebijakan industri," pungkasnya.
(fab/fab)