267 Titik di Kaltim 'Gelap' Tak Ada Internet, Komdigi Buka Suara
Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah titik di Indonesia masih belum memiliki akses internet. Salah satunya di Kalimantan Timur. Meski capaian konektivitas di wilayah tersebut telah mencapai 95,5%, masih terdapat 269 titik blank spot.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, mengatakan bahwa titik blank spot ini perlu menjadi prioritas penyelesaian. Hal ini dapat diwujudkan melalui sinergi antara berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, BAKTI, hingga operator telekomunikasi.
"Dengan sinergi yang kita lakukan, kita bisa saling menguatkan dan mewujudkan akses di beberapa titik yang memang dibutuhkan oleh masyarakat," kata Nezar dalam keterangan resminya, dikutip dari laman resmi Komdigi, Jumat (7/8/2026).
Sementara itu, Nezar juga menjelaskan bahwa pemerintah mulai mengubah paradigma pembangunan konektivitas nasional. Pemerataan internet tidak lagi bergantung hanya pada pembangunan BTS.
Pemerataan akses tersebut kini memadukan berbagai jenis teknologi, mulai dari BTS, fiber optik, hingga satelit dan teknologi pendukung lainnya. Penggunaannya disesuaikan berdasarkan pemetaan yang telah dilakukan.
Pendekatan itu, lanjut Nezar, perlu dilakukan karena setiap wilayah memiliki karakteristik yang berbeda. Penentuannya akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Dengan begitu, layanan internet dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya mereka yang berada di daerah dengan medan yang sulit.
"Kita coba petakan mana yang prioritas. Yang mungkin tidak bisa ditembus dengan BTS, bisa diarahkan lewat satelit atau moda jaringan telekomunikasi yang lain," ucapnya.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kalimantan Timur, Ririn Sari Dewi, mengatakan bahwa pemerintah provinsi juga menerapkan pendekatan serupa yang memadukan berbagai teknologi sesuai kondisi wilayah. Kalimantan Timur memanfaatkan kombinasi jaringan fiber optik, VSAT, hingga satelit.
"Kami memilih beberapa paduan teknologi yang paling sesuai sehingga efektif pada saat kita deliver layanan akses internet di desa," ujarnya.
(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]