Kayu 300 Juta Tahun Ungkap Sejarah Panjang Geologi Bumi
Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah penelitian berhasil mengungkap sejarah geologi berusia jutaan tahun. Temuan ini berasal dari kayu fosil di Pegunungan Kyffhäuser di Cekungan Saale, Jerman Utara.
"Sangat menakjubkan fosil, yang tidak lebih besar dari telapak tangan, merangkum sejarah geologi seluruh wilayah selama ratusan juta tahun," kata Dr. Steffen Trumper dari Universitas Münster Jerman, dikutip IFL Science, Rabu (5/8/2026).
Para peneliti menemukan kayu memiliki afinitas kimia untuk mengalami mineralisasi. Transformasi kayu-kayu itu mengalami empat proses kuarsa dengan suhu dan tekanan yang berbeda.
Kayu-kayu yang berasal dari pohon besar sebelum dinosaurus berada pada Periode Karboniferus terkubur di dasar sungai bagian tropis benua super Pangaea. Setelah itu, kayu mengalami empat tahap mineralisasi dalam jutaan tahun berikutnya.
Selama periode tersebut, menciptakan kuarsa yang berbeda serta mengungkapkan informasi penting mengenai cekungan tempat kayu bertumbuh.
Salah satu yang ditemukan adalah kondisi 304 juta hingga 299 juta tahun lalu. Saat itu asam silisik masuk ke kayu yang terkubur dan menghasilkan formasi opal yang mempertahankan bentuk dinding sel.
Pada 299-290 juta tahun lalu, fosil yang terkubur dan dipanaskan hingga suhu 50 derajat Celcius serta 70 derajat Celcius. Ini mengubah kayu yang mengalami opalisasi menjadi kristal kuarsa halus.
Tim peneliti juga menemukan sebagian besar kuarsa kristal halus digantikan kristal kuarsa-hematit yang lebih kasar. Ini terjadi setelah banyak lapisan strata terbentuk di atas kayu yang mengalami mineralisasi.
Berikutnya proses stagnasi panjang, sebelum paparan suhu 170 derajat Celcius dan 290 derajat Celcius menciptakan kuarsa lainnya yakni kristal euhedral berbentuk balok. Terakhir adalah produksi kuarsa barit yang menghasilkan cahaya biru saat bertemu dengan elektron atau disebut dengan katodoluminesensi.
Tim peneliti melakukan analisa pada usia kristal yang tersisa untuk menciptakan garis waktu transformasi. Mulai dari kuarsa-hematit terbentuk 257 juta hingga 260 juta tahun yang lalu, kuarsa euhedral 180 juta hingga 150 juta tahun yang lalu, dan kuarsa barit sekitar 100 juta tahun yang lalu.
Semua proses membutuhkan suhu dan tekanan tertentu. Keduanya terkait dengan seberapa dalam kayu dalam tanah selama proses terjadi.
Pada akhirnya tim penelitian mempunyai gambaran berapa banyak material yang ada di atas kayu dalam setiap titik proses sejarahnya.
"Karena kayu yang membatu terdapat di banyak formasi batuan seluruh dunia, ini akan membuka sumber informasi berharga, memberi ilmu pengetahuan alat baru menelusuri evolusi benua," ucapnya.
(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]