BRIN Beberkan Potensi Nuklir RI ke Prabowo, Ada Uranium 89.000 Ton!

Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
Kamis, 06/08/2026 16:01 WIB
Foto: Presiden Prabowo Subianto sedang berdialog dengan Kepala Organisasi Riset Tenaga Nuklir Badan Riset dan Inovasi Nasional Syaiful Bakhri di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/8/2026). (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto mendapatkan paparan terkait inovasi teknologi nuklir dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) jelang pertemuan dengan 150 periset BRIN di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (6/8/2026). Paparan itu disampaikan Kepala Organisasi Riset Tenaga Nuklir BRIN Syaiful Bakhri.



Saat mengunjungi booth terkait teknologi nuklir, Syaiful langsung memberikan penjelasan kepada Prabowo. Saat itu nampak Prabowo didampingi oleh Kepala BRIN Arif Satria dan jajaran menteri maupun kepala lembaga anggota Kabinet Merah Putih.

"Ini teknologi menjadi teknologi energi, persiapan PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir), kemudian nonenergi terkait pangan dan kesehatan," kata Syaiful.

Kemudian Syaiful juga menjelaskan bahwa untuk bahan baku untuk PLTN di Indonesia sudah disiapkan.

"Kita punya potensi uranium sekitar 89 ribu ton di Indonesia, thorium 143 ribu ton di Indonesia sejauh ini. Dan ini adalah kemampuan dari kami memurnikan uranium sampai dengan 60% kemudian mineral ikutan dari radio aktif, ...," katanya

Namun, Syaiful terlihat tidak lagi melanjutkan penjelasannya menggunakan microphone, sehingga suaranya tidak terdengar melalui siaran YouTube Sekretariat Presiden.

Dalam kesempatan itu, BRIN juga memamerkan produk inovasi lainnya untuk mendukung program prioritas Prabowo.



(miq/miq)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Akselerasi AI Indonesia Hadapi Tantangan Data Silo, Solusinya?