Bukan HP, Ahli Ungkap Penyebab Titik Hitam Tampak di Mata Sendiri
Jakarta, CNBC Indonesia - Bagi sejumlah orang mungkin pernah mengalami munculnya bayangan hitam, titik kecil, benang atau jaring laba-laba melayang di bagian mata. Kondisi yang dikenal sebagai floaters nyatanya bukan sepenuhnya disebabkan oleh gadget.
Dokter spesialis mata dan dosen IPB University Drasthya Zarisha mengatakan floaters adalah gejala yang umumnya disebabkan oleh kumpulan serabut kolagen mikroskopis pada gel vitreous. Ini adalah gel yang mengisi sebagian besar rongga bola mata.
Kumpulan serabut itu akan membentuk bayangan pada retina yang membuat titik hitam terlihat dalam mata.
Dia menyebutkan anggapan kondisi ini karena penggunaan gadget atau gawai tidak sepenuhnya benar. Pada sebagian besar kasus,floaters akan terjadi karena bertambahnya usia.
"Pada sebagian besar kasus, floaters terjadi sebagai proses alami akibat bertambahnya usia. Gel vitreous mengalami pencairan dan penyusutan sehingga terbentuk bayangan yang terlihat saat mata bergerak," jelasnya, dikutip dari laman resmi IPB, Kamis (6/8/2026).
Selain usia, risiko floaters juga bisa terjadi pada penderita rabun jauh khususnya minus tinggi. Dampak serupa kemungkinan akan dirasakan pada mereka dengan riwayat operasi atau kondisi tertentu pada lensa mata, orang dengan keluarga yang memiliki riwayat ablasio retina.
Penggunaan gadget memang akan membuat mata cepat lelah. Dengan begitu, dia menambahkan seseorang menyadari atau terganggu dengan keadaan floaters tersebut.
Sementara itu, kondisi keberadaan floaters merupakan kondisi yang wajar. Namun masyarakat perlu waspada saat floaters muncul tiba-tiba dengan jumlah yang bertambah cepat atau adanya kilatan cahaya (photopsia) khususnya di bagian tepi penglihatan.
Karena ciri-ciri tersebut menjadi penanda adanya gangguan pada retina. Jadi orang dengan kondisi itu perlu melakukan pemeriksaan sesegera mungkin.
Drasthya menyarakan seseorang yang pertama kali mengalami floaters atau keadaannya makin mengganggu langsung menuju ke dokter spesialis mata. Pemeriksaan pada retina, saraf opotik, gel vitreous penting dilakukan sebagai cara memastikan tidak ada kelainan yang perlu penanganan lanjutan.
(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]