Bunga di China Ternyata Makan Daging, Bentuknya Mengejutkan
Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah bunga liar yang tumbuh di sela-sela bebatuan pegunungan di Cina barat daya ternyata menyimpan rahasia mengejutkan. Tumbuhan ini adalah tumbuhan karnivora. Penemuan yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications pada Selasa (4/8/2026) membuktikan teori Charles Darwin yang diutarakan 150 tahun silam.
Tumbuhan bernama ilmiah Saxifraga candelabrum menjadi anggota pertama yang dikonfirmasi bersifat karnivora dalam kelompok tanaman Saxifragales yang mencakup lebih dari 2.000 spesies. Tumbuhan ini tumbuh subur di ketinggian 2.500 hingga 3.300 meter di Pegunungan Hengduan dan Dataran Tinggi Qinghai-Tibet, wilayah yang tanahnya miskin unsur hara.
Berbeda dengan kantong semar atau tanaman penangkap lalat yang memiliki struktur jebakan mencolok, cara kerja bunga ini jauh lebih tersembunyi. Batang dan bunganya dipenuhi rambut kelenjar lengket berwarna kemerahan.
Menggunakan aroma khas, tanaman ini memikat serangga kecil untuk mendarat, lalu serangga tersebut akan terperangkap dan dicerna melalui enzim yang dikeluarkan rambut tersebut, kemudian zat gizinya diserap tumbuhan.
Uji laboratorium membuktikan bahwa tanaman ini benar-benar menyerap nutrisi dari tubuh serangga yang ditangkap, bukan sekadar menahannya secara tidak sengaja.
Pada tahun 1875, Darwin pernah menduga bahwa tanaman sejenis ini mungkin memiliki sifat pemakan serangga karena memiliki rambut lengket yang berpotensi menjebak mangsa. Namun hingga kini belum ada bukti yang meyakinkan. Penemuan ini akhirnya memberikan konfirmasi nyata atas hipotesis tersebut.
"Penemuan ini mengingatkan kita bahwa masih banyak tanaman yang tampak biasa saja namun sebenarnya memiliki kemampuan istimewa yang belum terungkap," ujar Hang Sun, peneliti utama dari Institut Botani Kunming, Akademi Ilmu Pengetahuan China.
Penemuan ini juga membuka wawasan baru mengenai bagaimana tumbuhan beradaptasi di lingkungan yang minim nutrisi, serta berpotensi membantu ilmuwan menemukan jenis tanaman pemakan serangga lain yang selama ini luput dari perhatian.
(dem/dem)