Rekam Warga Diam-Diam Pakai Kacamata Pintar, Pelaku Ditangkap Polisi

Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
Selasa, 04/08/2026 11:45 WIB
Foto: REUTERS/Carlos Barria

Jakarta, CNBC Indonesia - Kasus perempuan yang direkam tanpa izin menggunakan kacamata pintar di pameran mobil GIIAS 2026 menggemparkan dunia maya. Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid menegaskan bahwa perekaman terhadap seorang tanpa izin merupakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP).

Selain itu, ia mengatakan insiden ini juga merupakan pelanggaran terhadap etika. Pemerintah melalui Komdigi akan melakukan langkah-langkah terukur untuk menyelesaikan permasalahan ini.


Bukan cuma di Indonesia, kacamata pintar yang digunakan merekam orang tanpa izin juga terjadi di belahan dunia lain. Beberapa saat lalu, insiden serupa terjadi di Skotlandia. Pelaku bernama Scott Margerison langsung dilaporkan ke pihak kepolisian.

Margerison, yang menggunakan kacamata pintar Meta, cukup aktif di media sosial, termasuk TikTok dengan nama samaran E Dobbin. Kontennya berisi dirinya yang mendekati orang asing dan mulai melakukan percakapan yang aneh.

Insiden ini terjadi saat dia tengah melakukan perjalanan keliling Skotlandia. Salah satu video yang diambil adalah saat ia berbincang dengan pemilik toko Sikh kelahiran Inggris keturunan India.

Margerison berbicara bahwa ada keragaman yang dipaksakan di Eropa. Ia pun merujuk pada Rencana Kalergi, sebuah teori konspirasi untuk menghilangkan ras kulit putih melalui perkawinan silang.

Perempuan pemilik toko membalasnya dengan sopan bahwa ucapan itu merendahkan. Namun, setelah berpisah, Margerison terekam menyebut perempuan itu sombong dan tidak mengerti.

Menurut pengakuan wanita tersebut, video Margerison memotong ucapannya yang bertanya apa yang dilakukan pria itu di tokonya. Wanita yang telah tinggal di Skye selama 20 tahun itu mengaku menangis saat tahu perbincangannya direkam secara diam-diam dan dipublikasikan di TikTok.

"Anda akan merasa sangat kecil melihat video seperti ini," ucapnya dikutip dari BBC, Selasa (4/8/2026).

Video lain juga menunjukkan saat Margerison melakukan tur di sebuah kapal feri, MV Loch Seaforth. Ternyata, dia ketahuan diam-diam merekam selama tur hingga akhirnya tur diberhentikan. Pengambilan gambar dan fotografi kini juga telah dilarang selama tur tersebut.

Dia juga dilaporkan melontarkan kalimat bernada seksual hingga kasar kepada sejumlah orang lainnya dalam video yang diunggahnya.

Pihak kepolisian Skotlandia mengonfirmasi adanya pengaduan terkait Margerison. Mereka tengah meninjau rekaman agar dapat memastikan ada atau tidaknya unsur kriminalitas dari aktivitas tersebut.

Kehadiran kacamata pintar dianggap sebagai terobosan teknologi terbaru. Namun, di sisi lain, hal ini menimbulkan kekhawatiran terkait potensi merekam, menganalisis, dan menyimpan informasi tanpa diketahui, serta masalah privasi.


(fab/fab)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Teknologi Bantu Bisnis Konstruksi Makin Produktif, RI Siap?