Pemilik Tesla Dibayangi Bahaya, Dibongkar Mantan Karyawan Elon Musk
Jakarta, CNBC Indonesia - Keamanan fitur full self-driving milik Tesla jadi pertanyaan. Mantan pegawai baru saja membongkar kurangnya pengawasan dalam pengujian fitur dalam gugatan pengadilan.
Javier Medrano adalah manajer yang mengawasi operasional pengujian Full Self-Driving, tetapi kemudian dipecat. Dalam gugatannya, dia mengungkapkan Tesla enggan menambah sumber daya atau memperkerjakan lebih banyak staf dalam keselamatan fitur tersebut.
Pekerjaan Medrano adalah mengaudit rekaman mengemudi, melakukan pendampingan mingguan, dan mengelola insiden keselamatan. Dia memimpin tim operator keselamatan dari Oktober 2024 hyingga 1 Mei 2025.
Namun masalahnya, jumlah operator yang berada di bawah tanggung jawab Medrano menjadi 38. Jumlah ini jauh dari standar dasar yang ditetapkan Direktur Tesla Autopilot, Pete Scheutzow yakni 1 banding 15.
Medrano telah menyampaikan kekhawatirannya tidak bisa beraktivitas dengan benar kepada Scheutzow. Namun bosnya memilih mengabaikan ucapan Medrano.
"Saya tidak melihat Anda kewalahan," kata Scheutzow dikutip Medrano.
Gugatan itu mengatakan pengabaian ucapan Medrano menyebabkan kegagalan. Kecelakaan terjadi saat Medrano masih bertugas, dikutip dari Engadget, Rabu (29/7/2026).
Medrano disebut menangani kecelakaan dalam keadaan tertidur dan memberikan panduan tidak aman. Termasuk operator disebut tidak berada dalam lokasi yang aman karena didekati pihak ketiga yang tengah mabuk.
Pada akhirnya membuat dia dipecat dari Tesla, karena mencoba meningkatkan masalah keselamatan dan membuktikan adanya upaya menahan sumber daya dari perusahaan.
Medrano, berdasarkan gugatannya, meminta untuk bisa kembali bekerja di jabatan yang ditinggalkan. Selain itu Tesla dituntut memberikan sejumlah uang, seperti restitusi untuk penghargaan ekuitas yang belum diberikan, gaji di masa depan dan sebelumnya, serta ganti rugi karena adanya tekanan emosional, keluarga, dan keuangan.
Tesla belum memberikan komentar soal masalah ini.
Perusahaan milik Elon Musk diketahui memang kerap menghadapi kritikan keamanan dari fitur full self-driving secara teknis. Gugatan ini juga menjadi bentuk masalah keamanan mungkin juga bisa terjadi berawal dari manajerial yang bermasalah.
(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]