Raksasa Ecommerce Mengaku Ditekan Pemerintah, Blak-Blakan Dampaknya

Redaksi,  CNBC Indonesia
30 July 2026 15:00
Ilustrasi ecommerce. (Dok. Freepik)
Foto: Ilustrasi ecommerce. (Dok. Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Raksasa fast fashion global, Shein, mengungkapkan bahwa unit bisnisnya di Amerika Serikat (AS) saat ini sedang berada di bawah penyelidikan Komisi Perdagangan Federal AS (Federal Trade Commission/FTC). Kabar mengejutkan ini terungkap lewat dokumen prospektus penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) perusahaan di Hong Kong.

Dalam berkas resmi yang diajukan ke Bursa Efek Hong Kong (HKEX) tersebut, perusahaan asal China ini memang tidak memperinci fokus utama dari penyelidikan regulator AS. Kendati demikian, pengungkapan ini menjadi yang pertama kalinya diketahui oleh publik.

"Kami secara aktif bekerja sama dengan FTC. Meskipun ada kemungkinan kami mencapai kesepakatan (settlement) dengan FTC sehubungan dengan penyelidikan ini, saat ini kami belum dapat memprediksi hasil akhir maupun waktunya," tulis manajemen Shein dalam dokumen IPO tersebut, dikutip dari CNBC International, Kamis (30/7/2026).

Manajemen Shein juga memperingatkan para calon investor terkait potensi risiko finansial yang mengintai perusahaan akibat pengusutan ini.

"Hasil dari penyelidikan, baik melalui kesepakatan damai atau langkah hukum lainnya, dapat mewajibkan kami melakukan pembayaran moneter dalam jumlah signifikan. Hal ini berpotensi berdampak buruk secara material terhadap kondisi keuangan dan hasil operasional kami," lanjut Shein.

Hingga berita ini diturunkan, pihak FTC menolak memberikan komentar terkait penyelidikan yang berlangsung. Pihak Shein pun belum memberikan respons atas permintaan konfirmasi tambahan.

Pabrik garmen untuk Shein di Guangzhou, provinsi Guangdong, China. (REUTERS/Casey Hall)Pabrik garmen untuk Shein di Guangzhou, provinsi Guangdong, China. (REUTERS/Casey Hall) Foto: Pabrik garmen untuk Shein di Guangzhou, provinsi Guangdong, China. (REUTERS/Casey Hall)

Sorotan Dark Patterns dan Taktik Psikologis Konsumen

FTC sendiri dikenal sebagai regulator perlindungan konsumen paling berpengaruh di Paman Sam. Misi utamanya adalah memberantas praktik bisnis yang dianggap curang, menyesatkan, atau tidak adil.

Secara rekam jejak, FTC sering menindak tegas perusahaan yang melakukan manipulasi ulasan produk, menyembunyikan biaya tambahan, merancukan harga, hingga pelanggaran privasi data pengguna.

Salah satu fokus utama FTC belakangan ini adalah penindakan terhadap praktik "dark patterns", yakni sebuah strategi desain aplikasi dan taktik psikologis yang memanipulasi pengguna. Praktik ini mencakup fitur seperti centang otomatis, syarat dan ketentuan yang sengaja disembunyikan, hingga prosedur pembatalan langganan yang rumit agar konsumen tanpa sadar menghabiskan lebih banyak uang atau menyerahkan data pribadi mereka.

Sebagai e-commerce raksasa, Shein memang sangat identik dengan fitur countdown timer (penghitung waktu mundur), diskon berbasis gim (gamified discounts), hingga flash sale agresif. Taktik ini sengaja dirancang untuk memicu rasa urgensi (fear of missing out/FOMO) pada pengguna aplikasi mereka.

Dalam laporan FTC edisi 2022 lalu, penggunaan timer menghitung mundur secara manipulatif telah secara eksplisit dikategorikan sebagai salah satu bentuk dark pattern.

Sinyal Buram IPO

Perjalanan Shein menuju bursa saham global memang penuh kerikil tajam. Setelah melejit pascapandemi Covid-19, Shein awalnya membidik Bursa Efek New York (NYSE) untuk melantai. Namun, akibat tekanan dan penolakan politik yang sengit dari para politisi AS terkait praktik bisnis dan rantai pasokannya, Shein terpaksa mengalihkan pandangannya ke London, sebelum akhirnya berlabuh ke Hong Kong.

Meskipun otoritas bursa Hong Kong baru-baru ini telah memberikan lampu hijau atas pendaftaran IPO tersebut, kepastian mengenai tanggal resmi saham Shein mulai diperdagangkan secara publik masih belum diumumkan.

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Ecommerce China Pembunuh UMKM Diusir RI, Nasibnya Kini Memprihatinkan


Most Popular
Features