El Nino Diramal Bertahan Lebih Lama, Tahun Depan Bak Neraka Bocor

Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
Rabu, 29/07/2026 19:15 WIB
Foto: Suhu panas terus berlanjut di Manila, Filipina pada Sabtu, (27/4). Sebagian wilayah masih mengalami cuaca sangat panas akibat fenomena El Nino dengan indeks panas tertinggi mencapai 48 derajat celsius. (AP Photo/Aaron Favila)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah peneliti mengungkapkan El Nino bakal terus menguat, bahkan menjadi yang terbesar selama 150 tahun terakhir. Ini akan membuat suhu pada 2027 mendatang menjadi lebih panas lagi.

Ilmuwan iklim di Berkeley Earth, Zeke Hausfather mengatakan puncak El Nino bakal melampaui rekor sebenarnya dengan sangat besar. Temuan ini berasal dari serangkaian model iklim.

"Bukan tidak mungkin peristiwa ini, bersama dengan perubahan iklim, bisa meningkatkan suhu rata-rata global tahun 2027 hingga 1,7 derajat celcius di atas rata-rata pra industri," jelasnya, dikutip dari Nature, Rabu (29/7/2026).


Jika hal itu terjadi, artinya peningkatan suhu telah melampaui Perjanjian Paris yang membatasi suhu hanya 1,5 derajat celcius.

Sejak Juni lalu ditemukan adanya peningkatan suhu permukaan laut Pasifik dan pola angin yang menguat dengan lebih cepat. Keduanya menjadi ciri khas El Nino.

Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional AS (NOAA) juga telah memperkirakan El Nino akan berlanjut hingga April 2027 mendatang. Lembaga itu juga memastikan El Nino terkuat dalam sejarah akan segera terasa.

"Saat ini, kita melihat semua penanda keterkaitan atmosfer-laut yang sangat kuat di seluruh Samudera Pasifik khatulistiwa, memberikan keyakinan kita akan melihat El Nino sangat kuat yang termasuk dalam El Nino terkuat dalam catatan sejarah," kata ahli meteorologi NOAA, Michelle L'Heureux.

Fenomena El Nino berdampak pada perekonomian, karena menimbulkan gelombang panas, kekeringan, banjir, dan kebakaran hutan.

Peneliti iklim Dartmouth College, Justin Mankin dan timnya pernah mengatakan perubahan cuaca akibat El Nino tahun 1997-1998 mengurangi pertumbuhan ekonomi global US$5,7 triliun di tahun berikutnya. Perkiraan serupa juga mungkin terjadi pada beberapa tahun mendatang.

"El Nino saat ini bisa menyebabkan kerugian ekonomi US$10 triliun pada 2032," ucapnya.


(npb/wur) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Perkuat Data Center AI: Infrastruktur Berkelanjutan Jadi Kunci