Ngotot Tolak Data Center, Guru Fisika Tepuk Tangan Diborgol Polisi
Jakarta, CNBC Indonesia - Seorang guru sekolah Kansas Amerika Serikat (AS) menengah bernama Lux Claridge ditangkap karena mendukung protes pembangunan pusat data AI. Dukungan itu dilakukannya dengan bertepuk tangan, yang dilarang selama rapat komisi kota.
Komisi kota Emporia mengadakan rapat proyek pusat data. Pihak pemerintah telah memberlakukan aturan untuk tidak bertepuk tangan, jentikan jari dan demonstrasi selama pertemuan.
Mereka yang melakukan akan dianggap gangguan. Kemudian Claridge bertepuk tangan sebagai dukungan pada pembicara yang mengkritik usulan Kampus Digital Flint Hills seluas 1.000 hektare.
Guru fisika di SMA Emporia diborgol oleh polisi. Kemudian dia dikeluarkan dari ruang sidang.
Claridge kemudian dibebaskan usai membayar uang jaminan. Meski ditangkap, dia memastikan tidak akan kapok untukĀ bersuara.
"Ini tidak benar-benar menghalangi saya bersuara atau mungkin bertepuk tangan," kata Claridge, dikutip dari Decrypt, Rabu (29/7/2026).
Sementara itu, Departemen Kepolisian Emporia mengatakan pihaknya tetap berkomitmen memastikan pertemuan publik dilakukan secara aman. Di sisi lain pihak kepolisian tetap akan memastikan menghormati hak masyarakat berpartisipasi.
Tak hanya Claridge, banyak masyarakat di sejumlah negara bagian yang menentang proyek pusat data AI. Sebab pembangunan itu menimbulkan masalah seperti konsumsi listrik, penggunaan air, suara yang bising dan insentif pajak.
Penduduk di sejumlah komunitas juga mempertanyakan dampak proyek pada infrastruktur dan sumber daya lokal.
Reuters melaporkan awal bulan setidaknya 142 protes dilakukan di 42 negara bagian. Ini menjadi demonstrasi nasional terkoordinasi pertama melawan cakupan perluasan infrastruktur AI yang cepat.
Namun pengembang pusat daya berpendapat pentingnya fasilitas sebagai cara mendukung layanan keceerdasan buatan.
(dem/dem) Add
source on Google