Toilet Rp 415 Juta Milik NASA Ubah Air Kencing Jadi Air Minum
Jakarta, CNBC Indonesia - NASA mengembangkan toilet yang cukup mahal US$23 juta (Rp 415 juta) untuk digunakan para astronautnya saat bertugas di luar angkasa. Toilet itu punya kemampuan canggih yang bisa merubah air kencing menjadi air layak minum.
Toilet bernama Sistem Pengelolaan Limbah Universal atau UWMS memiliki desain yang lebih kecil dan ringan dari yang pernah digunakan sebelumnya. Sebagian besarnya terbuat dari titanium, yang anti korosi meski terkena urin asam maupun bahan kimia pra-perawatan.
Untuk tempat duduknya dibuat berkontur. Sementara tempat menampung urin dibuat agar astronaut wanita bisa menggunakannya juga.
Berbeda dengan toilet konvensional yang mengandalkan gravitasi, UWMS menggunakan aliran udara untuk memindahkan limbah. Kipas akan menarik melalui corong dan dudukan dengan cepat sambil membawa urin dan limbah padat secara bersamaan.
Kemudian urin akan masuk ke selang menuju Unit Pemroses Urine. Di sana akan terjadi proses sentrifugasi, akan ada drum yang berputar cepat dan memanaskan urin dengan tekanan cukup rendah sehingga mendidih jauh di bawah titik didihnya di permukaan laut.
Uap akan dikondensasikan dan dialirkan ke bagian hilir, sementara larutan garam pekat yang tersisa akan dialirkan menuju tangki terpisah. Air hasil sulingan akan masuk langsung pemrosesan berikutnya yakni Unit Pengolah Air untuk menyaring melalui filter partikulat.
Proses lainnya adalah pemisahan kontamin organis dan anorganik melalui lapisan multi filtrasi. Berikutnya melakukan oksidasi apapun yang terlewat dengan reaktor katalitik.
Terakhir menggunakan yodium untuk membunuh mikroba. Air yang keluar disebut telah memenuhi standar air minum yang lebih ketat dari sebagian besar pasokan air di kota di AS.
Kabarnya sistem ini memiliki tingkat daur ulang mencapai 98%. Dua persen sisanya merupakan air garam yang terlalu asin, pekat dan sulit diolah.
NASA mengeluarkan uang US$23 juta untuk dua unit. Satu unit ditempatkan di stasiun internasional luar angkasa (ISS) dan satu lagi untuk kapsul Orion pada misi Artemis II.
(dem/dem) Add
source on Google