Google Mau Diblokir, Semua Raksasa Dunia Kompak Berontak

Redaksi, CNBC Indonesia
Jumat, 24/07/2026 16:45 WIB
Foto: Infografis/ Google Search Bakal Usang, Sudah Ada Penggantinya/ Ilham Restu

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan media besar global dikabarkan mempertimbangkan memblokir Google. Pasalnya, upaya Google mengubah Search menjadi platform AI membuat trafik internet ambruk.

The Wall Street Journal mengabarkan, perusahaan yang punya rencana membatasi akses Google antara lain adalah Reddit, USA Today, Reuters, Politico, The Economist, dan People Inc. Beberapa dari perusahaan media itu bahkan rela "lenyap" dari pencarian Google daripada terus-terusan menyerahkan data tanpa imbalan trafik.

Reddit ingin melarang Google untuk menampilkan unggahan para pengguna forum terbesar dunia tersebut. Kabar ini muncul saat Reddit dan Google sedang bernegosiasi soal perpanjangan lisensi bernilai US$ 60 juta per tahun, yang ditandatangani pada 2024.


Berkat lisensi tersebut, Google memiliki akses untuk melatih model AI mereka dengan percakapan manusia. Namun, Reddit kini mulai menyadari bahwa produk AI Google menggunakan data dari percakapan di forum tanpa "menggiring" pengguna mengakses Reddit.

Menurut TechSpot, USA Today, salah satu konglomerasi media terbesar Amerika Serikat, juga mempertimbangkan untuk memblokir Google jika trafik dari Search terus terpuruk. Data Semrush menunjukkan bahwa trafik organik Google ke website USA Today terpangkash hingga tinggal setengahnya dalam setahun terakhir. Penurunan tajam juga terjadi pada media besar lain seperti Politico yang merosot 23 persen, CNN yang turun 25 persen, dan Business Insider yang ambruk 85 persen.

"Saatnya untuk melawan dan menyatakan ini sudah cukup," kata CEO USA Today Mike Reed.

Google sebetulnya memberikan penerbit keleluasaan untuk membatasi konten yang boleh digunakan dan "dicomot" oleh mesin pencarinya. Jika penerbit memblokir konten mereka digunakan untuk melatih chatbot Gemini, konten tersebut juga lenyap dari AI Overviews di Google Search.

Selain itu, penerbit bisa mengambil cara ekstrem yaitu memasang "noindex" di website. Cara ini berarti website akan "hilang" dari Google sehingga hanya bisa diakses langsung di alamat internet masing-masing.

Kondisi tersebut telah disorot oleh Otoritas Anti-Mononopoli Inggris. Google diperintah untuk membiarkan penerbit memilih memblokir kontennya dari fitur AI tanpa menimbulkan dampak pada posisinya di pencarian tradisional.

Studi oleh Pew Research Center menunjukkan bahwa 15 persen pengguna mengklik tautan di Search tanpa kehadiran AI Overview. Jika AI Overview muncul, porsi klik merosot ke 8 persen. Link di Google Summary hanya diklik sekitar 1 persen dari seluruh pencarian.

CEO Cloudflare Matthew Prince sebelumnya memperingatkan bahwa fitur kesimpulan AI menghancurkan model bisnis yang mendukung keberadaan internet. Bahkan, saat ini 56 persen dari trafik internet berasal dari robot, bukan manusia.


(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video; Warga RI Butuh Internet Cepat & Andal, Industri Siap Penuhi?