Kokushobi Makin Menggila, Muncul di 3 Kota dan Telan Korban Jiwa
Jakarta, CNBC Indonesia - Tiga kota di Jepang mencatat suhu 40 derajat Celcius ke atas, menandai hari pertama di negara itu yang secara resmi masuk kategori kokushobi, istilah yang baru diperkenalkan Badan Meteorologi Jepang pada awal tahun ini.
Menurut laporan Kyodo News pada 21 Juli 2026, istilah kokushobi secara harfiah berarti "hari panas yang kejam", dan didefinisikan sebagai hari suhu maksimum mencapai atau melebihi 40°C.
Istilah ini resmi diluncurkan pada April 2026 sebagai bentuk peringatan yang lebih tegas kepada masyarakat mengenai bahaya gelombang panas ekstrem.
Sebelumnya, Jepang sudah memiliki nama untuk beberapa level suhu cuaca panas, semuanya tidak mencapai 40 derajat Celcius. Nama tersebut adalah:
- Natsubi: ≥25°C (hari musim panas)
- Manatsubi: ≥30°C (hari pertengahan musim panas)
- Moshobi: ≥35°C (hari sangat panas)
Dengan adanya kokushobi, kini ada peringatan khusus untuk ambang batas yang paling berbahaya bagi kesehatan.
Akibat sistem tekanan tinggi yang menyelimuti sebagian besar wilayah kepulauan Jepang, suhu di tiga kota mencapai angka kokushobi pada Selasa, 21 Juli 2026. Ketiga kota tersebut adalah
- Tajimi, Prefektur Gifu: 40,3°C
- Gujo, Prefektur Gifu: 40,0°C
- Toyoda, Prefektur Aichi: 40,1°C
Suhu mendekati ambang batas juga tercatat di Nagoya (39,7°C) dan Kumagaya, Saitama (38,6°C). Hingga pukul 15.00 waktu setempat, dari 914 titik pengamatan di seluruh Jepang, 731 mencatat suhu di atas 30°C, dan 272 di antaranya masuk kategori moshobi.
Kepala suhu yang melanda sejak akhir pekan lalu telah menelan korban jiwa. Seorang pria berusia 70-an di Odawara, Kanagawa dan pria berusia 40-an di Sanjo, Niigata, ditemukan pingsan di jalan pada Senin dan meninggal di rumah sakit. Selasa harinya, seorang wanita berusia 80-an di Mitsuke, Niigata, juga meninggal dunia akibat sengatan panas.
Badan Meteorologi Jepang memperkirakan suhu tinggi masih akan berlanjut di banyak wilayah dan meminta agar masyarakat waspada terhadap gangguan kesehatan akibat panas, serta mengurangi aktivitas di luar ruangan sebisa mungkin.
(dem/dem) Add
source on Google