Ulah Trump Bikin AS Terpecah, Bank-Bank Diminta Lakukan Ini

Redaksi,  CNBC Indonesia
22 July 2026 17:20
Presiden AS Donald Trump bereaksi setelah menerima helm balap yang dipersonalisasi selama acara Freedom 250 Grand Prix Showcase di Gedung Putih di Washington, D.C., AS, 13 Juli 2026. (REUTERS/Kylie Cooper)
Foto: Presiden AS Donald Trump bereaksi setelah menerima helm balap yang dipersonalisasi selama acara Freedom 250 Grand Prix Showcase di Gedung Putih di Washington, D.C., AS, 13 Juli 2026. (REUTERS/Kylie Cooper)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ulah Presiden AS Donald Trump kembali memicu kontroversi. Muncul pro-kontra terkait rencana perusahaan media sosialnya, Trump Media & Technology Group (TMTG) untuk menawarkan paket berlangganan mencapai US$100.000 atau setara Rp1,7 miliar di platform Truth Social.

Paket berlangganan itu memungkinkan pelanggan memiliki akses lebih cepat ke unggahan Trump di Truth Social. Kabarnya, TMTG telah membahas biaya tersebut dengan perusahaan-perusahaan investasi dan broker Wall Street.

Bukan cuma akses cepat ke unggahan Trump, tetapi pelanggan bisa mendapat akses duluan ke unggahan 10 akun Truth Social paling berpengaruh. Langkah ini menjadi upaya pertama TMTG masuk ke bisnis lisensi data sekaligus membuka sumber pendapatan baru bagi perusahaan.

Namun, rencana ini mendapat kritik tajam dari Partai Demokrat. Pasalnya, unggahan Trump di Truth Social sering memengaruhi pasar keuangan.

Jadi, kecepatan mendapatkan informasi akan menjadi sangat penting bagi perusahaan perdagangan berfrekuensi tinggi karena selisih beberapa milidetik saja bisa menghasilkan keuntungan hingga ratusan ribu dolar dalam transaksi besar.

Senator AS Ron Wyden dari Demokrat menilai layanan berlangganan itu berpotensi memberikan keuntungan finansial kepada keluarga Trump sekaligus memperkaya para broker Wall Street. Senator Elizabeth Warren juga menyebutnya sebagai skema yang sangat buruk.

"Ini adalah skema keterlaluan untuk mengambil keuntungan dari jabatan presiden dan memperkaya Wall Street, tanpa melakukan apa pun untuk membantu rakyat AS," kata Warren, dikutip dari Reuters.

Donald Sherman, presiden kelompok pengawas nonpartisan Citizens for Responsibility and Ethics in Washington, menilai skema Truth API tersebut "sangat tidak etis" karena presiden berpotensi mendapatkan keuntungan dari pembayaran untuk akses lebih cepat ke unggahannya.

Namun, ia mengatakan masih sulit menentukan apakah skema tersebut melanggar hukum berdasarkan informasi publik yang tersedia.

Bank-Bank Diminta Tolak Upaya Trump Perkaya Diri

Demokrat mendesak bank-bank dan perusahaan investasi untuk menghindari produk baru dari TMTG ini. Seorang pejabat senior Demokrat memperingatkan bahwa produk tersebut menciptakan ketimpangan informasi yang sangat mengkhawatirkan terkait kebijakan pemerintah.

Bank-bank Wall Street menunjukkan sedikit minat terhadap produk tersebut. Namun, salah satu sumber di sebuah bank besar mengatakan lembaganya tidak mempertimbangkan untuk mengakuisisi produk berlangganan yang ditawarkan TMTG.

Ia mengatakan jika nantinya berlangganan, harus dikaji terlebih dahulu risiko politik yang bisa terhadi. Orang tersebut, yang meminta anonimitas untuk membahas masalah sensitif, mengatakan bahwa akses ke unggahan Truth Social presiden akan menciptakan risiko yang berbeda daripada membeli akses lebih cepat ke data pasar atau perdagangan, karena itu berarti membayar untuk akses ke pejabat pemerintah yang membahas kebijakan.

Sumber kedua yang mengetahui masalah ini di bank besar lainnya mengatakan bahwa bank tersebut saat ini tidak mempertimbangkan untuk berlangganan.

Senator Mark Warner, Demokrat senior di Komite Intelijen Senat, mendesak para kepala kelompok industri keuangan terkemuka di negara itu untuk secara terbuka menolak pengaturan tersebut, dengan alasan bahwa hal itu akan memungkinkan Trump untuk mendapatkan keuntungan pribadi dari pengumuman kebijakan pemerintah.

"Saya mendesak Anda untuk menegaskan bahwa industri jasa keuangan tidak akan melegitimasi praktik penjualan akses istimewa terhadap komunikasi presiden yang dapat menggerakkan pasar, terutama demi keuntungan finansial pribadi sang presiden," tulisnya dalam surat yang dikirimkan kepada para pimpinan enam asosiasi perdagangan keuangan utama. Warner juga merupakan anggota Komite Perbankan Senat.

Juru bicara dari Bank Policy Institute, Securities Industry and Financial Markets Association, Managed Funds Association, Financial Services Forum, Principal Traders Group, dan American Bankers Association tidak menanggapi permintaan komentar.

Gedung Putih mengarahkan permintaan komentar kepada TMTG, yang juga tidak memberikan tanggapan.

Produk yang disebut "Truth API" ini akan menyalurkan unggahan dari 10 akun paling berpengaruh kepada pelanggan dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi dibandingkan notifikasi push biasa di platform Truth Social.

Menurut para ahli hukum, platform teknologi pada umumnya diperbolehkan menawarkan akses awal data kepada klien, meskipun hal tersebut dapat merugikan sebagian pelaku pasar. Namun, pakar etika lainnya menilai situasi ini tidak lazim karena unggahan Trump merupakan informasi pemerintah.

(fab/fab) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Heboh Trump Pasang Tarif Rp 1,7 M, Dihujat Mentang-Mentang Presiden


Most Popular
Features