Situasi Sudah Genting, Amerika-China Akhirnya Mau Duduk Bareng
Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) dan China yang menjadi rival sejati dikabarkan akan melakukan pertemuan untuk membahas AI. Agenda itu rencananya dilakukan pada September mendatang.
Lima orang sumber yang dikutip Reuters menyebutkan pembicaraan kedua negara akan terjadi sebelum kunjungan presiden China Xi Jinping ke AS pada 24 September 2026 mendatang.
Pertemuan dilakukan untuk mengurangi risiko di tengah kekhawatiran kemampuan canggih pada model AI di masing-masing negara. Kedua negara mempertimbangkan mengatur model AI canggih tersebut.
Empat sumber mengatakan pembicaraan bulan September nanti akan dipimpin AS oleh Menteri Keuangan Scott Bessent. Sementara tiga sumber menyebutkan peserta lain dari dua negara, agenda dan lokasi diskusi masih dalam pertimbangan.
Para sumber mencatat rencana pertemuan ini masih dalam persiapan pada tahap awal.
Belum ada tanggapan lebih lanjut dari pihak AS maupun China terkait laporan tersebut.
Sementara Bessent tidak langsung mengonfirmasi kabar itu. Dia hanya mengatakan adanya kekhawatiran soal hak kekayaan intelektual, serta perlu adanya aturan dan standar pada model-model AI.
"Kami menemukan tanda air pada model bahasa besar AS pada banyak model buatan China dan itu tidak bisa diterima," kata Bessent saat wawancara dengan Fox Business Network, dikutip dari Reuters, Rabu (22/7/2026).
"Kami akan menyelidiknya dalam beberapa hari atau minggu ke depan," dia menambahkan.
Baik AS dan China kini mendominasi perkembangan AI di dunia. Sejumlah model populer berasal dari kedua negara dan telah banyak digunakan oleh masyarakat dunia.
Namun kedua negara juga berupaya untuk saling mengalahkan dominasi lawannya. AS diketahui getol membatasi ekspor beberapa chip AI canggihnya ke China.
(fab/fab) Add
source on Google