Amerika Panik, Siapkan Taktik Baru Lumpuhkan China

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
21 July 2026 21:40
Bendera Amerikas Serikat (AS) dan China. (REUTERS/Florence Lo/Illustration/File)
Foto: Bendera Amerikas Serikat (AS) dan China. (REUTERS/Florence Lo/Illustration/File)

Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) menyiapkan taktik baru untuk melumpuhkan dominasi AI China di mata dunia. Model AI dari Beijing dilaporkan bakal dilarang digunakan untuk perusahaan dalam negeri.

Kali ini yang menjadi sasaran adalah model AI sumber terbuka (open-source) asal China. Banyak perusahaan AS diketahui menggunakan model tersebut sejak beberapa waktu terakhir.

Laporan Axios yang mengutip sebuah sumber menyebutkan tahun lalu, Departemen Perdagangan mempertimbangkan menambahkan beberapa laboratorium AI China ke dalam 'Daftar Entitas' yang berisiko. Dengan cara ini, AI China tak diberikan akses 'jualan' ke AS tanpa adanya lisensi.

Di saat bersamaan, Badan Keamanan Nasional dan Kantor Direktur Siber Nasional Gedung Putih mempertimbangkan mengeluarkan peringatan soal ancaman laboratorium AI China.

Model AI China masih bisa digunakan untuk perusahaan AS. Namun, sumber mengatakan kondisi itu dapat diterapkan dengan syarat dapat menjamin keamanan dan bertanggung jawab saat terjadi pelanggaran.

Selain itu, Departemen Perdagangan juga mengedarkan draf aturan di dalam pemerintahan untuk mengamankan rantai pasokan domestik.

Namun baik Gedung Putih dan Departemen Perdagangan tidak menanggapi permintaan untuk berkomentar.

Sementara itu, sumber lain mengatakan pemerintah AS mencoba taktik selain meluncurkan larangan baru. Yakni dengan menyoroti potensi celah keamanan dan kurangnya keamanan pada model-model China dan masalah tata kelola yang ditimbulkannya.

(fab/fab) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Amerika Bawa Petaka Baru, China Keluarkan Peringatan Bahaya


Most Popular
Features