Senjata Pembunuh Baru Buatan Amerika Segera Meluncur 2027
Jakarta, CNBC Indonesia - Senjata pembunuh baru buatan Amerika bakal segera dirilis 2027 mendatang. Startup penerbangan Archer Aviation dan perusahaan teknologi pertahanan Anduril Industries meluncurkan platform pesawat otonom hasil pengembangan bersama. Pesawat ini dirancang untuk menjalankan misi komersial hingga militer.
Kedua perusahaan memperkenalkan platform tersebut dalam ajang Farnborough Airshow di Inggris. Kolaborasi ini menjadi bagian dari tren perusahaan rintisan kedirgantaraan yang mulai memperluas kemitraan untuk menekan biaya pengembangan sekaligus mempercepat komersialisasi teknologi.
Platform tersebut dikembangkan berdasarkan kesepakatan kerja sama yang diteken pada 2024. Archer dan Anduril merancangnya agar dapat digunakan untuk kebutuhan komersial maupun pertahanan.
Anduril memperkenalkan varian militer platform tersebut dengan nama Thunder. Pesawat ini masuk kategori Group 5 autonomous attack rotorcraft, yakni pesawat rotor serang otonom yang dirancang untuk beroperasi bersama helikopter serang dan pesawat serbu berawak, baik generasi saat ini maupun generasi mendatang. Penerbangan perdana Thunder dijadwalkan berlangsung pada 2027.
CEO Archer Aviation Adam Goldstein mengatakan perusahaan tidak sekadar memodifikasi pesawat yang sudah ada. Archer justru membangun pesawat yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan tertentu.
"Anduril telah melakukan pekerjaan yang sangat baik dalam mengidentifikasi kebutuhan dan membangun lebih awal sebelum program tersebut diumumkan. Mereka mengidentifikasi kebutuhan, dan kami membangun pesawat yang sangat spesifik untuk kebutuhan tersebut," kata Goldstein, dikutip dari Reuters, Selasa (21/7/2026).
"Ketika Anda ingin melihat produk yang dapat digunakan secara luas di sektor pertahanan, biasanya produk tersebut perlu dibangun, dirancang, dan disesuaikan dengan pelanggan serta kasus penggunaan yang sangat spesifik," lanjutnya.
Startup asal Amerika Serikat ini dikenal sebagai perusahaan pengembang taksi udara listrik. Perusahaan rintisan itu berencana memperkenalkan varian komersial platform tersebut dan mengumumkan pelanggan komersial pertamanya pada akhir pekan ini.
Sementara itu, pengembang pesawat listrik electric vertical takeoff and landing (eVTOL) mulai mencari pasar di luar layanan taksi udara perkotaan. Sektor ini sebelumnya digadang-gadang sebagai pasar bernilai hingga US$1 triliun, tetapi menghadapi tantangan berupa keterlambatan sertifikasi, kendala infrastruktur, serta kebutuhan modal yang sangat besar.
Varian Thunder ditujukan bagi operator helikopter serang dan helikopter pengintai bersenjata.
"Siapa pun yang mengoperasikan Apache, siapa pun yang mengoperasikan helikopter pengintai bersenjata," kata Shane Arnott, Senior Vice President of Programs & Engineering Anduril Industries.
Bagi Archer, kerja sama ini membuka jalan untuk masuk ke pasar pertahanan dan segmen komersial dengan kebutuhan yang lebih berat. Langkah tersebut menjadi strategi diversifikasi ketika prospek bisnis taksi udara masih menghadapi ketidakpastian.
(fab/fab) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]