Airlangga Temui Wang Yi, RI Minta Kursi Penting di Organisasi AI Dunia

Tim Redaksi,  CNBC Indonesia
20 July 2026 08:40
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto, melakukan pertemuan bilateral tingkat tinggi dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi, di Shanghai (18/07/2026). (Dok. Kemenko Bidang Perekonomian)
Foto: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto, melakukan pertemuan bilateral tingkat tinggi dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi, di Shanghai (18/07/2026). (Dok. Kemenko Bidang Perekonomian)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia mulai mengambil posisi strategis dalam tata kelola kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) global. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bahkan secara langsung mengusulkan agar Indonesia memperoleh posisi penting di organisasi AI dunia yang baru dibentuk bersama China dan puluhan negara lainnya, World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO).

Usulan itu disampaikan Airlangga saat melakukan pertemuan bilateral tingkat tinggi dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi di Shanghai, Jumat (18/7/2026). Pertemuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian agenda penandatanganan deklarasi pendirian WAICO, organisasi internasional baru yang berfokus pada kerja sama AI global.

Dalam pertemuan itu, Airlangga menegaskan Indonesia ingin memainkan peran lebih besar dalam pembentukan tata kelola AI dunia, sejalan dengan status Indonesia sebagai salah satu negara pendiri (founding member) WAICO.

"Melalui WAICO ini, Pemerintah Indonesia mengharapkan pengembangan tata kelola AI global mengedepankan prinsip pemerataan manfaat pembangunan, pendekatan yang berpusat pada manusia dan kedaulatan nasional, multilateralisme yang inklusif serta koheren dan sesuai dengan UN Principles," demikian keterangan resmi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Sabtu (19/7/2026).

Dengan posisi strategis tersebut, Airlangga secara khusus meminta dukungan China agar Indonesia dapat menempati salah satu posisi penting dalam struktur sekretariat organisasi tersebut.

Xi Jinping Apresiasi Prabowo

Dalam pertemuan tersebut, Wang Yi juga menyampaikan pesan langsung dari Presiden China Xi Jinping kepada Presiden Prabowo Subianto.

Melalui Wang Yi, Xi menyampaikan apresiasi atas keputusan Indonesia menjadi salah satu negara pendiri WAICO. Menurut China, kehadiran Indonesia memiliki arti penting karena mewakili salah satu negara berkembang dengan populasi dan ekonomi terbesar di dunia.

Airlangga menyampaikan bahwa keterlibatan Indonesia dalam pendirian WAICO dilakukan atas arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.

Pemerintah Indonesia juga memberikan apresiasi terhadap inisiatif Presiden Xi Jinping dalam mendorong pembentukan organisasi AI global tersebut.

Airlangga Tagih Akses Pasar Ekspor RI

Tak hanya membahas AI, pertemuan Airlangga dan Wang Yi juga dimanfaatkan untuk membicarakan hubungan ekonomi bilateral yang semakin erat.

Airlangga menyoroti pentingnya percepatan akses pasar bagi produk ekspor Indonesia ke China. Mengingat China masih menjadi mitra dagang terbesar Indonesia, pemerintah melihat ruang peningkatan perdagangan kedua negara masih sangat besar.

Pemerintah Indonesia mendorong penyelesaian berbagai hambatan perdagangan sekaligus memperkuat integrasi rantai pasok antara kedua negara.

Tawarkan Investasi hingga Proyek Energi Hijau

Di sektor investasi, Airlangga kembali menawarkan penguatan kerja sama pengembangan kawasan industri melalui skema Two Countries Twin Parks (TCTP).

Pemerintah juga mengundang perusahaan-perusahaan besar China untuk masuk ke sektor manufaktur berteknologi tinggi dan ekonomi digital di Indonesia.

Selain itu, Airlangga menawarkan percepatan investasi hijau, termasuk proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 100 gigawatt (GW), sistem penyimpanan energi baterai (Battery Energy Storage System/BESS), hingga pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik di Morowali Green Industrial Park.

Siapkan Pertemuan Prabowo-Xi

Sebagai penutup, Airlangga menyampaikan dukungan Indonesia terhadap keketuaan China dalam forum APEC 2026 yang akan digelar di Shenzhen pada November mendatang.

Indonesia bahkan mengusulkan agar pertemuan tersebut menjadi momentum bagi Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Xi Jinping untuk kembali bertemu dalam sebuah forum bisnis tingkat tinggi yang mempertemukan pemerintah dan pelaku usaha kedua negara.

Pemerintah menilai kemitraan Indonesia-China ke depan tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga penguatan ekonomi digital, inovasi teknologi, serta pengembangan AI yang menghormati kedaulatan data dan kepentingan nasional masing-masing negara.

(haa/haa) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Terungkap! Ini Alasan RI Ikut China & Rusia Masuk Organisasi AI Dunia


Most Popular
Features