Kembaran GrabFood-GoFood Bersatu, Bisnisnya Tembus Rp 4.000 Triliun

Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
Jumat, 17/07/2026 19:20 WIB
Foto: Robot pengantar makanan Uber Eats terlihat saat demonstrasi untuk media di Tokyo, Jepang, Selasa, 5 Maret 2024. Uber Eats Japan berencana meluncurkan layanan pengantaran robot tersebut di sebuah lingkungan di Tokyo, pada Rabu. (AP/Shuji Kajiyama)

Jakarta, CNBC Indonesia - Uber baru saja mengakuisisi layanan pengantaran makanan asal Jerman, Delivery Hero. Pembelian ini akan memperluas jangkauan platform dan memperkuat persaingan secara global.

Kesepakatan kedua perusahaan bernilai US$14,8 miliar (Rp 265 triliun). Delivery Hero mengatakan penggabungan akan menghadapi regulasi yang kompleks karena menciptakan platform yang mencakup 99 negara dan nilai GMV pro-forma gabungan sebesar US$236 miliar (Rp 4.231 triliun) pada 2025.

"Bersama, kita akan hampir menggandakan jumlah pasar tempat menawarkan layanan mobilitas dan pengiriman," kata CEO Uber, Dara Khosrowshahi, dikutip dari Reuters, Jumat (17/7/2026).


Langkah ini juga disebut ketua dewan pengawas Delivery Hero sebagai langkah yang tepat. Sebab dapat mengamankan daya saing di masa depan.

"Bergabung dengan mitra yang kuat menjadi langkah yang tepat untuk Delivery Hero untuk mengamankan daya saing di masa depan," jelasnya.

Akuisisi ini diperkirakan akan selesai pada paruh kedua tahun 2027 mendatang.

Dengan kesepakatan, Uber Eats akan menjangkau lebih banyak pengguna. Mulai dari Eropa, Timur Tengah, Asia, dan Amerika Latin.

Namun di sisi lain, kedua perusahaan dengan operasi yang sama akan menghadapai pengawasan antimonopoli. Mereka juga telah menyiapkan penyelesaiannya, dengan Delivery Hero bakal menjual operasi 14 pasar kepada perusahaan investasi AS, SSW Partners dengan nilai 1,4 miliar Euro (Rp 28,6 triliun).

Pemegang saham utama, Prosus juga menyetujui menjual hampir 17% saham yang dimilikinya.


(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Riset Pasar Pakai AI, Bantu Bisnis Memenangkan "Hati'" Konsumen