Elon Musk Diserang, Investor Kompak Ramai-Ramai Bikin Miskin
Jakarta, CNBC Indonesia - Setelah mencetak rekor saat debut IPO, saham SpaceX milik Elon Musk terus merosot. Bahkan nilainya sudah kurang dari US$135 per saham atau di bawah saat listing lalu, serta anjlok 20% pada bulan ini.
Hal ini membuat banyak investor kompak buru-buru memasang posisi berharap harga saham makin turun (short selling). Aksi ini mendorong posisi bearish sepertiga dari saham yang beredar di publik.
Laporan S3 Partners, sekitar 185 juta saham dijual saat itu atau 29% saat diperdagangkan secara publik dan US$25 miliar dalam taruhan bearish.
Jumlahnya membengkak dari perkiraan 40 juta saham atau 5-7% saham. Ini semua terjadi hanya dalam tiga minggu terakhir.
"Kami melihat permintaan terus menerus dari penjual pendek untuk membangun posisi spekulatif sejak IPO," jelas kepala riset S3, Matthew Unterman, dikutip dari CNBC Internasional, Jumat (17/7/2026).
CNBC Internasional mencatat posisi bearish muncul jelang jadwal penguncian saham yang dipantau ketat. Dengan begitu dapat meningkatkan saham yang tersedia dalam beberapa bulan mendatang.
KeyBanc Capital Markets melaporkan IPO SpaceX mewakili 5% dari 13 miliar saham yang beredar. Pembukaan secara besar-besaran kemungkinan terjadi saat laporan pendapatana kuartal kedua, saat 11% saham mungkin bisa memenuhi syarat untuk dijual.
Tambahan 4% kemungkinan baru akanaa dirilis pada hari ke-70 setelah IPO terjadi. Berikutnya akan terkait dengan pencapaian kinerja dan pendapatan kuartal ketiga.
Sementara itu, Musk sebagai pendiri SpaceX masih jadi pemilik saham terbesar. Jumlahnya mencapai 42% dari saham yang beredar dan terkunci hingga Juni 2027.
(dem/dem) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]