Raksasa Teknologi Tumbang, Investor Ramai-Ramai Buang Saham Chip

Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
Selasa, 14/07/2026 15:30 WIB
Foto: Ilustrasi Chip (Dok: Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham raksasa chip memori kecerdasan buatan (AI) asal Korea Selatan, SK Hynix, ambruk lebih dari 15% pada perdagangan Senin (13/7). Penurunan ini menjadi yang terbesar dalam hampir dua dekade, setelah investor ramai-ramai mengambil keuntungan usai reli dan debut perusahaan di bursa Amerika Serikat (AS) Nasdaq pekan lalu.

Saham SK Hynix yang diperdagangkan di Amerika Serikat melalui American Depositary Receipts (ADR) juga ikut tertekan. Pada perdagangan awal, saham tersebut turun 7,9% ke level US$154,7 setelah sempat melonjak lebih dari 12% saat debut di Nasdaq pada Jumat lalu.


Aksi jual tidak hanya menimpa SK Hynix. Saham Samsung Electronics juga melemah, sehingga mendorong indeks Kospi Korea Selatan anjlok 9%. Kejatuhan itu bahkan memicu trading halt selama 20 menit.

Tekanan juga menjalar ke saham produsen chip di Amerika Serikat. Micron Technology turun 6,4%, SanDisk merosot 8,4%, dan Western Digital melemah 6,8%. Sementara itu, indeks semikonduktor Philadelphia (SOX) terkoreksi 3,6%.

Setelah perdagangan kembali dibuka, pasar saham Korea Selatan masih melanjutkan pelemahan. Kondisi itu terjadi meski Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung kembali menegaskan pemerintah akan mempercepat proyek pembangunan pabrik chip bernilai ratusan miliar dolar AS yang telah direncanakan Samsung dan SK Hynix.

Pekan lalu, SK Hynix berhasil menghimpun dana lebih dari US$26 miliar melalui penjualan ADR dengan harga US$149 per lembar. Langkah tersebut dilakukan setelah harga saham perusahaan di Korea Selatan melonjak lebih dari tiga kali lipat sepanjang tahun ini.

Saat pertama kali diperdagangkan di Nasdaq, ADR SK Hynix dibuka 14% di atas harga penawaran pada level US$170 sebelum ditutup di US$168 pada hari pertama perdagangan.

Presiden sekaligus CEO Ladenburg Thalmann Asset Management, Phil Blancato, menilai aksi jual saat ini lebih banyak dipicu oleh investor yang merealisasikan keuntungan setelah reli panjang.

"Saham chip memori telah naik sangat tinggi sehingga wajar jika ada aksi ambil untung. Namun saya tidak melihat ini sebagai akhir dari tren kenaikannya," kata Blancato, dikutip dari Reuters, Selasa (14/7/2026).

Ia menambahkan, permintaan terhadap chip AI masih sangat kuat.

"Siklus permintaan masih sangat kuat dan saya rasa belum mencapai puncaknya. Permintaan dari berbagai perusahaan diperkirakan akan terus berlanjut hingga akhir 2027 bahkan awal 2028," ujarnya.

Meski demikian, sejumlah analis mulai khawatir dengan besarnya investasi pembangunan kapasitas produksi chip di Korea Selatan. Mereka menilai tambahan kapasitas pada 2027 dan 2028 berpotensi mengubah kondisi pasar dari kekurangan pasokan menjadi kelebihan pasokan.

Analis ekuitas Morningstar, Jing Jie Yu, mengatakan peningkatan kapasitas produksi diperkirakan akan memperbaiki pasokan, tetapi di sisi lain dapat menekan harga chip.

"Skenario dasar kami menunjukkan kapasitas baru yang mulai beroperasi secara penuh pada 2027 dan 2028 akan memperbaiki dinamika pasokan, sehingga memicu penurunan harga," katanya.

Namun, CEO SK Hynix Kwak Noh-jung membantah kekhawatiran tersebut. Ia mengatakan industri chip memori justru menuju kekurangan pasokan paling parah pada 2027.

Menurutnya, permintaan chip memori akan terus melampaui kemampuan produksi perusahaan hingga memasuki dekade berikutnya.

Di sisi lain, saham-saham sektor chip memang mengalami awal Juli yang berat. Investor mulai mempertanyakan tingginya valuasi perusahaan semikonduktor dan keberlanjutan ledakan belanja AI (AI capex).

Direktur Morningstar, Lorraine Tan, mengatakan adopsi AI memang terus meningkat, tetapi kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan masih menjadi tanda tanya.

"Meski adopsi kecerdasan buatan terus meningkat, monetisasinya masih belum pasti dan profitabilitas pemain utama seperti OpenAI tampak berada di bawah tekanan," ujarnya.

Volatilitas saham SK Hynix sendiri meningkat tajam sepanjang tahun ini. Banyak investor global bertaruh pada lonjakan laba perusahaan berkat kelangkaan chip High Bandwidth Memory (HBM) yang digunakan di pusat data AI. Sebagian besar transaksi bahkan dilakukan melalui exchange traded fund (ETF) berleverage yang memperbesar potensi keuntungan sekaligus kerugian.

Di Hong Kong, ETF saham tunggal SK Hynix yang diterbitkan CSOP dan menawarkan leverage dua kali lipat terhadap pergerakan saham anjlok lebih dari sepertiga nilainya pada Senin. Penurunan itu menjadi yang terbesar sejak produk tersebut diluncurkan pada Oktober tahun lalu.

Meski saham SK Hynix di Seoul jatuh tajam, ADR perusahaan di Amerika Serikat masih diperdagangkan dengan premi sekitar 25,6% dibandingkan harga saham domestiknya.

Analis lintas aset sekaligus pendiri Coin Bureau, Nic Puckrin, mengatakan kondisi tersebut lazim terjadi karena ADR memberikan akses langsung kepada investor Amerika Serikat untuk pertama kalinya.

"Wajar jika ADR diperdagangkan dengan premi karena memberikan akses langsung kepada investor AS terhadap saham tersebut. Meski sebagian investor memanfaatkan peluang arbitrase, transaksi seperti ini biasanya akan semakin padat dan harga akhirnya kembali seimbang, sehingga premi tersebut kemungkinan tidak akan bertahan selamanya," kata Puckrin.

Sementara itu, analis senior NH Investment & Securities, Ryu Young-ho, menilai aksi ambil untung setelah pencatatan saham di AS menjadi penyebab utama tekanan terhadap SK Hynix.

Sentimen pasar juga melemah karena investor mulai berhati-hati menjelang laporan keuangan kuartal II perusahaan.

Menurut Ryu, pasar sebelumnya memperkirakan pengiriman chip HBM4 SK Hynix akan meningkat mulai kuartal II. Namun, peningkatan tersebut belum terlihat dalam skala besar.

Ia juga mengatakan investor mulai menurunkan ekspektasi laba karena SK Hynix yang memiliki eksposur lebih besar terhadap pasar HBM diperkirakan memperoleh manfaat yang lebih kecil dibanding kenaikan harga chip DRAM konvensional.

Berdasarkan data Counterpoint Research, SK Hynix masih memimpin pasar chip HBM global dengan pangsa pendapatan sebesar 58% pada kuartal I. Sementara Samsung Electronics dan Micron Technology masing-masing menguasai pangsa 21%.

Chip HBM menjadi komponen penting dalam sistem kecerdasan buatan dan digunakan oleh perusahaan teknologi besar seperti Nvidia maupun Google.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video:Jurus Komdigi Dorong Kemandirian Teknologi & Jamin Keamanan Data